Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

Tuesday, April 05, 2016

[Traveling] Memilih Agen Perjalanan Ibadah yang Murah tapi Gak Murahan..

Labbaik Allah humma labbaik Labbaik la sharika laka labbaik Innal hamda Wan-ni'mata Laka walmulk Laa sharika lak.
Kalau mengaku muslim, pasti punya keinginan buat ke tanah suci. Siapa yang enggak sih? bersujud depan kiblat, ziarah ke tokoh paling berpengaruh sepanjang zaman, Rasulullah SAW.

Saya pun tanpa kecuali, konon katanya kalau tanpa dipanggil Allah, betapapun siapnya kita untuk berangkat, banyak halangan yang akan membuatnya kandas. Alhamdulillah, ternyata saya salah satu yang terpanggil... Biasanya kalau patah hati, saya cuma lari ke gunung, atau ke pantai atau ke hutan, tapi MashaAllah kali ini saya diijinkan ke Mekaaaah.. Sering-sering donk matahin hati saya.. #eh ahahahhahaha masih aja loe cha, becanda kali masbro.. #sokakrab.

Eh tapi postingan saya kali ini, setelah vakum yg cukup lama #tsaaah, bukan membahas saya yang lagi patah hati. Duh! gak lagi-lagi deh... kasian yg gak sengaja blogwalking. Baca celotehan saya yang galau mulu. Jadi supaya blog ini lebih memberi manfaat #duilee,  saya mau bagi tips, bagaimana memilih agen perjalanan ibadah. 

Media online memang memberikan banyak keuntungan kepada kita. Akhir-akhir seperti yang kita tahu, sering muncul di dunia periklanan sosmed, banyak yang menawarkan umroh procil, atau umroh murah atau umroh - umroh lain yang jual murah, tapi kemudian ke belakangnya ternyata bermasalah. Bermasalah gimana sih cha? iya, bermasalah seperti misalnya jamaah terlantar di bandara, jadwal keberangkatan terus-terusan mundur, atau naudzubillahimindalid uang jamaah dibawa kabur. Supaya tidak terjadi hal-hal seperti ini, bagaimana sih sebenarnya memilah, menyeleksi, memilih travel agen umroh yang murah, aman dan inshaAllah istiqomah memberikan pelayanan kepada jamaahnya. Untuk lebih jelasnya, simak yuks tips and trik saya, semua yang saya tulis murni pengalaman pribadi, jadi gak ada muatan ekonominya :D.

Yang pertama, kamu harus tahu, berapa budget yang kamu persiapkan untuk perjalanan ibadahmu. Semakin besar budgetmu, tentu semakin banyak pilihan yang bisa kamu ambil. Tapi kalau untuk melakukan ibadah yang wajib saja, persiapkan minimal 23 juta IDR.

Setelah bugdet tersedia, saatnya memilih vendor atau agen yang akan mengurus perjalananmu. Sejujurnya saya lebih senang mengurus sendiri tapi sayangnya untuk kategori umroh, masih harus menggunakan agen. Saya berharap semoga suatu hari bisa perseorangan. Well! layaknya memilih suami #aiiihkayakbisamilihsuamiaja, untuk memilih agen, tentunya kamu harus kenal lebih jauh agen tersebut, yaiya masa cuma karena iklan murah meriah di facebook trus kamu langsung tertarik. Pilih yang murah tapi gak murahan. Jadi apa aja yang harus jadi pertimbanganmu memilih? Sederhana kok, beberapa poin dibawah ini bisa jadi pertimbanganmu memilihnya 

Jam terbang agen. Sudah berapa lama agen tersebut berkiprah di dunia bisnis traveling, istilahnya apakah agen tersebut pemain baru atau pemain lama. Yup! Jam terbang agen tentu berpengaruh dengan reputasi agen tersebut, pelayanan buruk tentu akan merusak reputasi. Apalagi di jaman orang bebas berpendapat di sosial media. Ingat! experience is best value of business.  Jadi pilih yang sudah berpengalaman untuk menjadi jembatan perjalanan ibadahmu.

Perbanyak gugling. Kalau sudah memilih agennya, jangan malas untuk memperbanyak searching review orang yang menggunakan agen tersebut. Tapi jangan yang dari selebsosmed ya guys, karena mereka memang dibayar untuk hal tersebut. Saya ragu objectivitasnya.

Pelajari methode pembayarannya. Beberapa agen menawarkan beberapa metode pembayaran, seperti procil atau program cicilan, sefretu, paket standar, deluxe dan lain-lain. Contoh sederhananya, kalau misal memilih procil, tanyakan mengenai termnya, berapa jeda setelah pembayaran lunas diberangkatkan dan berapa jumlah jamaah pada tiap keberangkatan. Ini penting untuk menghindari "money game" yang sepertinya digunakan pada methode procil ini. Wait? serem amat sih cha, pakai kata-kata money game. Ya memang seram, karena procil ini sebenarnya sistemnya dana talangan. Penjelasan panjangnya bisa dibaca di sini dan di sini.

Pelajari itinerary dan program yang ditawarkan. Standarnya tiap agen akan menawarkan paket meliputi hotel, armada pesawat, visa, pembina atau muttawif dan lain-lain. Tanyakan secara detail, bahkan kalau misalnya bukan direct flight, perlu ditanyakan siapa yang akan mengurus di negara transit bila harus transit hingga satu hari satu malam. Layaknya hukum pasar, ada uang ada barang, semakin mahal biaya umroh tentunya semakin wah fasilitas yang ditawarkan. Tapi berdasar pengalaman saya, hotel mewah sebenarnya juga tidak terlalu penting, toh kita juga akan lebih banyak di masjid daripada menghabiskan waktu di masjid. Jadi pilih yang menjamin kedekatan lokasi hotel dengan masjid.

Last but not the least, tips menghemat biaya, pilih urus beberapa keperluan administrasi sendiri. Program-program yang ditawarkan biasanya sudah ada yang menawarkan "kita tahu beres" atau cuma sebagian saja. Saran saya, kalau anda terbiasa mengurus perjalanan anda sendiri, pilih urus sendiri, lumayan menekan biaya. Seperti misalnya membuat paspor sendiri, suntik meningitis sendiri dll. Kalau visa biasanya kolektif. Untuk suntik meningitis sendiri, kalau kita memilih sendiri, harganya jauh lebih murah hampir 50% dari harga agen.

Pilih yang menawarkan harga fix dalam rupiah. Setau saya, peraturan pemerintah sudah mengatur tentang tranksaksi di Indonesia harus dalam rupiah, info jelasnya bisa di baca di sini. Tapi sayangnya beberapa agen masih menjual dalam harga USD. Berhubung harga USD sangat fluktuatif saya lebih senang dengan yang menawarkan harga IDR, dengan begitu kita tidak perlu khawatir kalau tiba-tiba dolar merangkak naik.


Sekian, tips dan trik saya seputar memilih agen, semoga bermanfaat dan bisa menjadi pertimbangan. Semoga dimudahkan juga bagi yang hendak melaksanakan ibadah umroh. Aamiin.



Friday, October 31, 2014

[Escaping] Bandung Sejuta Pesona dan Kenangan..



Siapa sih yang gak tau Bandung, best escaping destination buat penduduk Jakarta yang suka masih kekurangan hiburan dan tempat belanja. Tak terkecuali saya yang juga menggemari Bandung seperti anak kecil yang menggemari lollipop *apa hubungannya sih cha* :P
So Here is my story, rangkuman beberapa perjalanan saya ke Bandung dan tujuan-tujuan wisata yang mungkin bisa jadi acuan..*duileee acuan*
Desember 28, 2013.
Curhat sedikit dulu, December is my month. Yoi, saya ulang tahun… Desember tahun lalu saya berbahagia sekali biarpun belum bisa disebut berbahagia dunia akhirat.. *Cha, plis deh* 
Jadi tahun lalu, saya berkesempatan merayakan hari jadi saya di angka yang keramat ke Bandung. Tepatnya ke Trans Studio yiiihaaaa… *noted as first destination*. Tema perginya saat itu, “Mabal Bareng”. Saya pergi bersama Abang dan pria kesayangan, you know themlah..ahahhah. Diawali dengan saya yang kesiangan bangun dan ketinggalan travel, sehingga harus berangkat ke Bandung sendirian. Ngambek, karena merasa duo pria itu gak peduli keberadaan saya. Tapi pada endingnya, hari itu masuk dalam jajaran hari terbaik saya di tahun 2013. 

  • Trans Studio Bandung

Trans Studio Bandung, termasuk dalam tipe tujuan wisata theme park. Bisa dibilang Dufan Indoor, tetep ya mind set saya Dufan ahahhaha.. Sebenarnya Trans Studio ini kayaknya ya… baru kayaknya, analisa saya sih, dia lebih cenderung berkiblat pada Universal Studio. Tapi kalau dibandingin ke dua theme park ini ya bagai bumi dan langit. Menurut saya Trans Studio biasa aja. Ada beberapa permainan yang seru, tapi gak bikin saya sampai melongo terkagum-kagum seperti first day saya di USS *yaiyalah chaaaa*. Wahana yang menurut saya, the coolest wahana dan wajib dinaikin itu Yamaha Racing Coaster. Cool enough to make me screaming alot.. muhahahhah. Lebih jelas soal wahan-wahan lainnya please visit their official site on : Trans Studio Bandung
HTM on weekday 150IDR, dan Weekend 250IDR. 

Cha, jangan monyong2. | Iya deh iya 

  •  Bukit Ponclot

Well! Perayaan hari jadi saya kemarin itu kita berkesempatan mencoba budget traveler hotel punya Harris. Pop Hotel, dan lokasi hotel tersebut kebetulan dekat Bukit Ponclot, yang konon menurut Abang si warga mantan Bandung. *Iya beliau pernah stay di Bandung cukup lama.* Bukit Ponclot ini merupakan kawasan lari pagi, dengan view dan makanan Sunda yang enyaaaak…. *makanan enak ini yang bikin saya sumringah*. Si pria kesayangan memang punya agenda buat lari pagi, kalau saya agendanya duduk manis di pinggir lapangan *yang saya kira ada* sambil ngemil plus cuci mata sama yang bening2 kalau ada. *niat yang kandas*. Jadi ternyata saudara-saudara, bukit Ponclot ini gak ada yang namanya lapangan, buat ke bukitnya gak ada yang namanya angkutan umum, jadi mau gak mau saya ikut lari hwuaaaaa…. Terjal sih enggak, tapi jaraknya lumayan bikin muka saya pucet, kata si pria kesayangan sih gitu yang saya bantah langsung dengan “Kagak kali, emang muka gue putih.” *pede sejagat*. Sampai di bukitnya yang disambut dengan tepar, kita makan Sundaaaa.. horeeee! Viewnya? Ya khas view Bandung.. hahahha *gak menjelaskan*
HTM : gratis ; Harga Makanan: under 50IDR

Bukit Ponclot yang bikin anak orang tepar.
  • Warteg CeuMar

Kelaparan pukul 2 pagi, jangan khawatir. Di Bandung ada yang namanya warteg Ceu Mar. Warteg ini mulai buka sore hari hingga pagi-pagi buta. Ragam makanannya cukup banyak. Harganya kalau menurut saya untuk kelas kaki lima cukup mahal juga. Tapi rasanya lumayan enak. Lokasi Ceu Mar sendiri ada di sekitar Braga, Kota Tua Bandung.

Kalau ini saya pergi dengan keluarga saya. Tempat wisata bernuansa nature ini ada di kawasan Lembang Bandung. Dusun Bambu, selain menyediakan pemandangan yang memanjakan mata, juga memiliki hotel dan restoran yang menurut saya cukup romantic. Saran saya jangan datang pada waktu long weekend, selain karena macetnya bikin ngelus dada sampai tepos. Juga lokasinya jadi terlalu crowded, kurang nyaman buat saya. Tempat ini berada pada puncak fotogenicnya saat sunset, jadi atur waktu untuk tiba di sana saat sunset.
HTM : saya lupa, 10IDR kalau gak salah.  Harga makanan: average sih under 100IDR


Hohohohoh.. ini masih area Lembang. Honestly, saya gak suka tempat ini. Gak ada yang special. Tempat makan biasa dengan konsep pasar apoeng dengan system pembayaran mengingatkan saya pada system pembayaran Urban Kitchen. Mungkin juga saya ke sana bukan di waktu yang tepat, kenapa? Karena lagi-lagi long weekend dan tempat itu lebih mirip terminal karena penuh, panas, dan sesak oleh orang. Makanannya juga biasa saja menurut saya.
HTM: saya lupa, 10IDR kalau gak salah.  Harga makanan: 15IDR- 50IDR

Tahu doonk, kalau Bandung gudang distro. Momen ke dua saya, pergi ke Bandung lagi bersama si Abang dan Pria Kesayangan, plus tamu dari Batam yang buaiiiik huaaatiiii… karena memang niat ke Bandungnya cuma buat kangen-kangenan sama Bandung. Semuanya go show, nunggu kursi kosong di Baraya Travel, gak ada tujuan mau kemana di Bandungnya, berniat tek tok dan berakhir nginep semalem di Bandung. The best moment adalah saat 3 tiket kereta api pulang hangus, dan saya masih bengong di stasiun mencerna sesuatu. Saya putuskan hari itu hari ajaib lebih ajaib dari momen Sukabumi.. lebih ajaib dari momen si pria kesayangan saat bilang, “Ah males jalan jauh-jauh cha kalau udah ganteng gini, ntar panas keringetan lagi.” Dan saya cuma bisa melirik dengan pandangan speechless. Ini mau bahas distro apa malah mau curhat sih… Jadi karena Bandung surga distro, ya wajiblah sekali-kali nengokin deretan distro ini. Karena berada di deretan yang sama jadi gak susah juga buat dikunjungin semuanya. Yang paling saya suka dari distro Bandung itu, selain design tempatnya yang seringnya retro banget, design kaos-kaosnya juga unik banget. Harganya juga masih affordable. So HAPPY SHOPPING!!
  • Coffee Shop, 24H, dkk

Menjamurnya coffee shop di Jakarta, ternyata diikuti juga di Bandung. Saya pernah cerita gak kalau saya dan si pria kesayangan ini penggila coffee. Gak gila juga sih, suka kopi, rada banget gitu. Kalau si Abang, lebih suka teh sepertinya. Saya, Kak Lila, dan pria kesayangan ini kemarin di Bandung juga mencoba beberapa coffe shop. Salah satunya yang bersebelahan dengan distro Ouval, cuma saya lupa namanya. Satunya lagi 24H coffee shop, semoga gak salah. Kopinya enak, lumayan, menurut saya rasanya gak terlalu ngepop dan kita bisa pilih toping apa, maksudnya mau nambah rasa hazelnut, vanilla, atau yang lain-lain. Harganya juga gak mahal-mahal banget. Average 20-35IDR.

I love BOOKS!! I feel likes in heaven when being in around of books. Jadi sewaktu kak lila mengajak ke Toga Mas, saya dan si pria kesayangan langsung yang “saya sih yes aja” pake logat mas Anang. Toga Mas ini toko buku fisik dengan harga online. Iya, di toga mas kamu bisa dapetin harga buku dengan diskon sampai 30% seperti yang biasa diberikan oleh toko-toko online. Menyenangkan kan kan…
  • Café Halaman

Café yang buka sampai pagi disaat weekend ini, cool enough buat ngabisin malam yang kelaparan tapi gak mau makan berat. Biarpun mereka juga menyediakan makanan berat.
Dekorasinya candle romantis2 gitu. Harga makanannya juga gak mahal.

Ada banyak sebenarnya tujuan wisata di Bandung, salah satunya rumah sosis, kawasan hutan ITB, Bukit Moko, Bukit Bintang, dan Tebing Keraton. Tapi nanti saja kali ya.. saya ulas terpisah…
Jadi, Bandung lagi yuks!

Things end, even friendship or love will end, feeling change..people change..It's a good thing that memories never do.

Friday, April 05, 2013

[sweet escape] Ubud, Bali dan Sejuta Kebodohan...


Happiness, please stay!
(ini harusnya bertiga, tapi yang satunya lagi mandi and i forgot to retake this pic)
"When you're happy like a fool, let it take you over"
"When everything is out you gotta take it in"
(Good Life - One Republic)

Good Life!. Last long weekend kemarin, pada akhirnya impian saya ke Ubud menjadi kenyataan. Lima hari empat malam di Bali, nikmat Allah mana lagi yang harus saya keluhkan. Honestly, jalan-jalan kali ini sebenarnya cukup melankolis buat saya. Bukan buat saya saja, tapi juga buat dua teman perjalanan kali ini. Dhodie (udah sering saya sebut di postingan sebelumnya) dan Anggra (inget trip Babel kan?) buat mereka trip Bali ini adalah resolusi 2013. 
Buat saya? ini perjalanan saya. Perjalanan untuk menormalkan hati saya dari kamu, hahahha iya kamu.. Norak ya.. bodo ah... move on dari kamu ternyata mahal.. plus jauh pula.. Bayangkaaaan... i have to fly a hundred miles just to forget you
Buuuuut...
No matter what i do i always forget to forget you.. (feel free to laugh *eyes rolling* )

I know exactly how stupid i am when fall in love, and i also know i am the kind of girl who always do dumb things and fall hard with someone who can't love me back.. *jambak-jambak jilbab* But it is me x(( 

Trus berhasil kah saya? hahahah gak penting ah.. mending cerita kemarin saya kemana aja dan berapa budget buat jalan-jalan hebring di Bali.. Ready? Here is the story...
Bali, siapa sih yang gak tahu Bali, Pulau yang mendapat julukan "Island of God" ini..
  

Bali adalah sebuah pulau di Indonesia yang terletak di ujung paling barat Kepulauan Sunda Kecil, yang terletak di antara Jawa di barat dan Lombok ke timur.

Bali jadi tujuan wisata favorit di Indonesia atau di dunia, selain karena dikenal dengan wisata alamnya, iklim yang almost simple perfect and cozy. Bali juga memiliki arkeologi, budaya dan surga bagi penikmat olah raga air. Dan satu lagi... Bali is one of most romantic place in the world :P *gak setuju sama saya, berarti gak CS-an. Maksa :D*

Lanjut hari pertama ke Bali, Penerbangan saya dengan 2 teman saya kemarin sedikit berbeda, sehingga saya sampai lebih dulu di Bali. Jadi saya punya waktu buat explore Bali sendirian.. daaaan... yang saya lakukan hanyalah eksplor Bandara.. *dikeplak*
Si Senja menyambut kedatangan saya :">
Bandara Bali mirip dengan Bandara-bandara di daerah, tak terlalu besar tetapi cukup memiliki fasilitas lengkap. Century, MC Donalds, Solaria, Coffe bean, Circle Key, dan beberapa famous brand sudah masuk ke Bali. Supriselynya yah.. Bandara Bali cukup tanggap dengan pariwisata, dengan mudahnya saya menemukan tourist map Bali, Tour-tour pariwisata buat explore Bali atau Lombok yang jadi tetangga Bali. Saya juga dengan mudahnya menemukan tempat penukaran uang. Untuk transportasi, mudaaaah... selain karena Blue Bird sudah masuk ke Bali. Wisatawan yang datang Bali bisa menuju Loket taxi services untuk menuju tempat penginapannya. Harga yang mereka minta untuk sekali antar adalah fixed price berdasarkan area. Tanpa argo memang, tapi lebih bagus daripada kita asal naik taxi di luaran. Lebih amannya lagi, cari penginapan yang menyediakan jemputan ke Bandara.. Saya selalu senang melihat nama saya di tulis di white board :D

Hari kedua, kita sudah bikin plan panjang, seperti mengunjungin Lovina, melihat Lumba-lumba liar. Lalu ke Monastery Budhist Temple, Gigit Waterfall, Munduk dan lain sebagainya.... Endingnya kita cuma ke Seminyak, Kuta lalu ke Lake Beratan x)) 
Temple on the center of lake

Kabutnya romantis :">

It was funny, that we did not run with the time.. just let flow with the wind... Pada gak bisaaa bangeeet bangun pagi..  *keplak si duo ribut* 

Hari ke tiga, rencana kita adalah mengejar matahari terbit di Sanur.. daaan kepagian... 
Tapi yah.. moment kita gantian muter lagu sambil nunggu pagi itu melankolis + manis banget..
Biarpun rada rusak gara-gara si Ang kentut-kentut mulu... x___X *pokoknya nih ya, yg romantis-romantis bakalan rusak klo si Ang udah angkat suara, STRESS!!*


Sanur, pagi itu...
Selesai dari Sanur, kita menuju ke Ubud. rencananya sih mampir ke Padang Bai, lalu beberapa pantai terlarang... dan disinilah accident itu terjadi.. hahahah..
Pantai terlarang yang kita kunjungi itu memang betul terlarang... selain aksesnya yang masuk hutan.. kita pun ternyata cukup kemaleman buat ke sana. Alhasil saat matahari tenggelam kita masih berada di tengah hutan dan nyasar x))
Lucunya, ada yang ngambek gitu... Dari awal dia memang gak mau ke tempat ini, dengan pertimbangan dari bebek Bengil kita sudah cukup sore. Tapi kita memaksa... dan karena dua suara lawan satu suara, dia akhirnya memilih mengiyakan... 
Sepanjang jalan, cuma keheningan yang ada di mobil... kalau cuma berdua sih, saya udah pasti nangis saking gak tahannya hahahahhaha

seharusnya seperti ini pantainya, tapi yang kemarin kita lihat adalah versi malamnya x)))

We play with harvest in Ubud *halah*

Can you find us? :D *credit to Anggra*
Hari ke empat, kita ngapain yah? hmmm... oh iya.. Muterin Bali Kotanya, Btw bali sekarang sudah terkena sindrom kota metropolitan. Macet dimana- mana.. hih.. Dan kita melakukan kebodohan lagi.. Jadi untuk malam terakhir di Bali kita memang sengaja mau "go show".. dan pengennya the last night itu pengen yang mewah dikit... daaaaaaaan... gak cuma mewah yang kita booking dan bayar full.. Kita booking Villa 4 kamar untuk 3 orang. We almost spend about 497 USD just for one night. We are crazy enough. hahahhaha
Gak ada foto yang tanpa ekspresi, ah jaim emang bukan gaya saya kan yah :D
Malam terakhir, yang kita habiskan dalam hening suara ombak itu priceless..
For us, friendship doesn't have END

Kecelakaan paling kocak buat saya, yang bikin trip ini jadi penuh warna. Jujur, saya emang rada panik.. males juga kan sewa 4 kamar buat 3 orang.. mau dipake guling-guling juga nyisa... akhirnya, we try to cancel it. Teleponlah kita ke CS Agoda, karena booking dari Agoda. Kebodohan ke dua adalah teman saya itu bukannya nelepon CS yang di Jakarta, dia malah telepon CS Agoda di London dari Handphone. Entahlah, berapa nanti tagihan telepon dia hahahhaha.... I am laugh out louder every time i remind that moments. 

Alhamdulillahnya... masih bisa di cancel dan kita akhirnya pindah ke hotel yang memang sesuai dengan kapasitas kita. Rencana Bunging Jumping di Kuta batal karena tempat BJ-nya udah ganti jadi hotel *ngakak*

Hari terakhir di Bali, kita cuma muter-muter cari oleh-oleh. Saya suka trip ini, selain karena minus ribet... no conflict *abaikan yg ngambek hihihi*, banyak makan enak, full of laugh, dan i got many lessons from them. An advice, A spirits, A love, A humble hug. Do I need to complain about my life, The Story of God written. I don't think so..

I confess, I do still love him from head over toe....
I do still cry every time I realize that I can't be with him..
But... I know exactly there are always good side from a worse side... 

Terakhiiir....
Rincian budget:
  1. Tiket pesawat PP : normal price ( 900IDR) --> saran tunggu promo aja, bisa cuma 300rb pp :D kalau kemarin saya impulsif belinya karena patah hati *halah penting dijelasin*
  2. Hotel Cozy Stay 2 malam: ( 700 IDR) / 3 = 235 IDR
  3. Mobil Selama trip + BBM: (850 IDR + 200 IDR) /3 = 350 IDR  *mobil jazz, matic, full AC*
  4. Tiket masuk wisata: 50IDR
  5. Homestay Ubud: (250IDR / 3) = 84IDR
  6. Hotel malam terakhir di Bali di Kuta Central Park Hotel (515IDR / 3) = 172 IDR

Total tanpa makan, tiket dan oleh-oleh pengeluaran sharing kita: 891 IDR
ditambah pengeluaran pribadi, makan, sedikit oleh-oleh, saya habis :  kurang lebih 1,5 IDR hihihi gak banyak kan...

Jadiii.... Kemana lagi kita? \(^___^)/

xoxo,
-icha-



Wednesday, November 21, 2012

[Travelicious] Chasing The Rainbow - Bangka Belitung



“I imagine a line, a white line, painted on the sand and on the ocean, from me to you.” ― Jonathan Safran Foer, Everything is Illuminated ― 
Chasing the Rainbow, sepertinya judul itulah yang paling pas buat menceritakan perjalanan saya kali ini. Long weekend kemarin, tanggal 15 November - 18 November 2012 saya dan 2 orang teman  sebelum beranak menjadi 8 orang memutuskan untuk pergi ke Bangka Belitung.

Btw kali ini Saya memang pergi dengan orang-orang yang berbeda, gak berbeda juga sebenarnya karena saya dan Dhodie *temen trip kali ini* adalah travelbuddies untuk destinasi Gunung. Saya juga bingung kok Dhodie bisa betah pergi dengan saya yang bawelnya gak ketulungan. Sudah kali ke tiga ini dia terjebak dengan saya hahahahah. Lalu masih ada Septiani, "partner in crime" yang impulsive traveller tulen, Damn! she is my soulmate to go around and do something crazy. Sumpah! kita pernah dengan impulsivenya beli tiket pagi-pagi  buat wikenan dan akhirnya malah gak jadi berangkat hahahah. I love you so much Septi :))
Ada remaja galau yang ternyata baru ngaku kalau sebulan kemudian akan tunangan, Tuan Nunu. Ari yang suka bikin geleng-geleng karena kelakuan anehnya X)) .Tina "cewek Bandung paling pendiam" tapi jago aikido, temen latihannya Ari, Fadly yang sudah duluan di Belitong dan Opa Oma Irama eh Si Ang, teman Septi yang last minutes ikut gabung juga. Total Tim "Chasing the Rainbow" ada 8 orang.

*7 orang dan saya masih merasa sepi karena kamu gak ikut :(.  Okay It's my problem not yours* 

Bangka- Belitung adalah sebuah pulau kecil di kawasan Sumatra yang menjadi populer seiring dengan kepopuleran Novel Laskar Pelangi karangan Andre Hirata, Pulau ini menjadi semakin populer setelah di filmkan ke dalam layar lebar. Masih ingat kan scene-scene film yang mengharu biru dan memamerkan keindahan Belitong yang tak pernah tertangkap kamera.  Dari situlah, saya dan teman saya mencoba merunut jejak-jejaknya. 

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta pukul 9:25 WIB, perjalanan menuju Belitung ditempuh selama satu jam dari Jakarta. Pukul 10:25 WIB sampailah kita di Bandara HAS Hananjoedin, 
Tak perlu menunggu lama, Septi, Fadly dan Ang yang sudah sampai duluan menjemput kami di Bandara untuk selanjutnya mengantarkan kita menuju wisata kuliner pertama kita. Mie Atep, mie khas Belitong dengan kuah kaldu ikan yang kental. Mie Atep ditaburi dengan toping emping, udang, cakue ikan, timun dan kentang.  Rasanya hmmm.. manis, gurih kental tapi ringan di lidah. Tambahkan sedikit cucuran jeruk dan sambal. Makin nikmat rasanya.
mie Atep
Tujuan ke dua, untuk memudahkan mobilitas kita, kita check in terlebih dahulu ke Tanjung Kelayang Cottages sekalian naruh barang. Ihiiiwww... untuk pertama kalinya saya tidur di dalam kelambu-kelambu hihihi norak.
kayak tempat tidur princess :P
Dari Tanjung Kelayang, mobil yang kami sewa pun bergerak menuju ke vihara dewi Kwan Ing  Vihara yang desain bangunannya didominasi warna merah ini terletak di perbukitan Pulau Burung. Konon katanya dewi Kwan Ing memang bertempat di daerah-daerah tinggi sehingga vihara-vihara pemujaannya selalu di bangun di area puncak perbukitan.
naik-naik menuju puncak vihara
Puas ber-munajat #eaaa.. iyah di vihara ini kita bisa minta diramal oleh biksunya. Tapi tak ada seorang pun dari kita yang ingin menyobanya. Kita bergerak lagi menuju destinasi berikutnya, yaitu rumah reyot replika Sekolah Muhamadiyah Gantong. Rumah reyot inilah yang jadi tempat syuting film Laskar Pelangi. 
untuk belajar jelas bukan soal tempat belajarnya :)
Capek bermain sekolah-sekolahan kita menuju ke Museum Kata milik Andre Hirata. Museum ini menyimpan banyak rangkaian-rangkaian kata dari seluruh tokoh-tokoh. Dari Museum kita menuju tanjung Pendam. Sayang sekali hari pertama di Belitung, sunset yang kita kejar-kejar ternyata malah enggan menunjukkan kecantikkannya.

Island Hoping

Snorkeliiiinnngggg \(^__^)/ . Saya suka snorkeling, biarpun seringnya tenggelam atau ribet dengan kerudung saya hahaha. Saya sukaaa aja pokoknya. Ngeliat ikan-ikan berenang riang di kaki saya. Ngeliat hamparan biru laut dan biru langit yang menenangkan. Dan beruntungnya saya, itin hari ke dua di Belitung adalah Snorkeling. 
Pulau Berau

Power Puff Girl


Pantai Kepayang

Stones in Belitung
Senja di Tanjung Tinggi

Bangka

Hari ke tiga, kami bergegas menuju Pelabuhan menuju lokasi ke dua yaitu Bangka. Bangka adalah sebuah provinsi pulau bersama dengan Pulau Belitung. Bangka terletak di sebelah timur Sumatera, dipisahkan oleh Selat Bangka, ke utara terletak Laut Cina Selatan, di sebelah timur, di seberang Selat Gaspar, adalah pulau Belitung, dan ke selatan adalah Laut Jawa. Ukuran adalah sekitar 12.000 km ². Sebagian besar wajah geografis pulau terdiri dari dataran rendah, rawa, bukit-bukit kecil, pantai yang indah, ladang lada putih dan Pertambangan timah. (sumber: Wikipedia)
Tak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai Bangka. Waktu yang singkat dan driver yang kurang informatif mengakibatkan kita sedikit kehilangan banyak peluang mengeksplor Bangka. Meskipun tak mengurangi acara bersenang-senangnya. Setidaknya dua hari di Bangka terobati dengan makan tiada henti yang di pelopori oleh Oppa Ang hahahha. 
Otak-otak Belunni, Bakso Ikan, Lempah iga yang rasanya saya bilang mirip rawon, Mie siram kuah ikan. Lalu durian...  tidak sehat untuk isi kantong dan kolesterol hahahha.
Empat hari tiga malam...Tanpa halangan berarti.. 
Alam berkonspirasi untuk melancarkan perjalanan kali ini.. Alhamdulillah... Dan sekali lagi saya punya cerita yang bisa saya ceritakan ke anak saya nanti Alhamdulillah :)

Rincian biaya:
Belitong 
Mobil 2 hari + bensin + driver = 900K
Kelayang Cottages 1 malam 2 kamar = 400K
Kapal Island Hoping = 350K
Hotel Surya Tanjung Pandan = 270K
Jet Foil Bangka = 1456K

Bangka
Mobil 1 hari + bensin + driver = 500K
WIsma Timah VIII = 340K

Total = 4216K / 8 org = 527K per org ( exclude makan dan personal expense)

Sekedar informasi biaya sewa snorkel dan life-vest di Belitung di bandrol 40K tanpa fin. Untuk makanan relatif terjangkau, Mie Atep hanya 8K plus es jeruk 15K. Pesta pora otak-otak sampe kenyang ber-8 cuma habis 125K, durian sampe eneg cuma 130K. Total personal expense yang saya keluarin sih berikut transport PP dari Bandara ke rumah lalu makan gak sampai 1000K. Hemat kan? Jadi kata siapa jalan-jalan butuh banyak dana.. tinggal pinter-pinternya kamu aja menyiasatinya... 

Jadi mau kemana lagi Cha? "ke hati-mu boleh?" hahahah



Say I love you when you're not listening,
How long, can we keep this up, up, up?
And I keep waiting
For you to take me

Monday, October 15, 2012

[Another Cast Away] Pecah di Pulau Perak


Dear Neptunus..
Aku mencintainya..
Di depannya aku menjadi diriku sendiri
Seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku
Dia pun begitu.. Membuatku hanyut oleh sorot matanya
Membuatku lupa oleh kesedihan rasanya sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya… Bahkan untuk sekedar bilang rindu atau butuh…
Banyak yang nggak ngerti lalu terluka dan saling menyalahkan
Karena itu aku takut berbicara tentang hati
Maka kutuliskan saja lalu kusimpan dan ku kirimkan ke..entah kemana…
Perahu Kertas The Movie 2012
Jadi judul trip kita kali ini #pecahdiperak, asli ke pantai buat gegana-gegana-an *masih inget istilah gegana kan?* Tapi cukup disini saja gegananya. Saya mau cerita 
"How to go Perak Island yang exotic dan perawan ini"
Setelah acara camping di kaki gunung kemarin, temen saya *You know who is he*, addict  *addict gk sih lo?* pokoknya dia pengen camping lagi gitu deh tapi kali ini di Pantai. Tadinya saya pengennya ke Sawarna. Tapi doi pengennya ke Pulau 1000, so you knowlah seperti biasa.. his wishes are my command.. setelah gugling sana sini jreng-jreng jatuh cintalah saya sama si "Perak" ini.


Perak Island
Saya jelasin ya sedikit tentang pulau Perak ini, Pulau perak termasuk dari salah satu gugusan pulau Seribu yang terletak di ujung utara Jakarta. Pulau ini tidak berpenghuni, jadi jangan berharap menemukan perumahan atau manusia-manusia *kalau tiba-tiba ngeliat berarti berarti.. hiii*. Di sana memang tidak ada orang kecuali dua orang bapak baik hati si penunggu pulau. Soal fasum, well! definisi fasum di sini intinya soal MCK dan air tawar kan ya.. ada tapi yang apa adanya... daripada ada apanya kan.. *apa sih cha*
playing like a child, it doesn't mean i am not mature..
Our tent.. *masih pinjeman* hihihi
Lalu bagaimana cara menuju pulau nan indah ini? Gampang kalian cuma harus ke Pulau Harapan terlebih dahulu kemudian naik becak ke Pulau Kelapa. Perjalanannya ditempuh kurang lebih selama tiga jam dari Muara Angke. Dari Pulau kelapa kalian harus lanjut dengan ojek kapal lagi ke Pulau Perak selama kurang lebih satu jam. 



Di dermaga, tempat nunggu sunset. credit to Raditya

Complete team, credit to Raditya
Complete team, credit to: Raditya
Apa yang bisa dilihat di Pulau Perak, buanyaaaak... Hutan Cemara, Hutan Bakau, Pasir Putih selembut tepung, Ikan warna-warni, sunset, sunrise. Mampir ke pulau-pulau dekatnya juga seru, kemarin sempet mampir di Pulau Bulat, Gosong, Kayu Bira, Kayu Angin.
Me just like "penampakan" hih!!
Raditya, si biang galau..
Total biaya kemarin berempat, iyah akhirnya temen saya *You know who is he* itu gak bisa ikut karena mesti masuk kantor.. Feeling saya seminggu sebelumnya beneran kejadian.. hahahah speechless.. pengen banget nulis surat kayak gini ke bos-nya..

Dear Bos,
Please deh, yang butuh temen saya ini gak cuma kamu tauk... *angryface*

Trus setelah surat dikirim, temen saya itu pasti gak mau ngomong lagi seumur hidupnya lagi sama saya karena dipermalukan hwuahahah.. habisnya kesel :((
Tapi yaaaah... beginilah adanya nasib pekerja Jakarta.. :(

Rincian biaya:
Kapal Muara Angke - Pulau Kelapa (pp) : 70000IDR
Sewa Kapal Pulau Kelapa - Perak dll 2 hari 400000IDR/ 4 : 100000IDR
Sewa Pulau : 100000IDR
Makan 2 kali: 35000IDR
Logistik 90000IDR/4: 22500IDR
Kelapa: 10000IDR
Life vest: 10000IDR
total: 347500IDR

Biayanya hampir sama dengan mengambil paket di travel agen, bedanya karena saya gak suka trip dengan banyak orang gitu, dengan total peserta cuma 4 orang. Worth it aja buat saya :D

Tuesday, September 25, 2012

[another perfect gateway] Ada Loji di Salak...

Saya belum pernah bikin satu trip khusus karena seseorang minta ke saya. Kecuali kali ini.. trip yang syukurnya berjalan lancar dari awal sampai akhir *emang sih ya kyknya kalau sesuatu dibikinnya dengan cinta hati pasti sukses*. Biarpun hampir batal karena si penyulut yang udah dibela-belain hampir gak bisa ikut karena sakit..Dasar penyakitan!! #eh maaf :p
Hari disaat dia bilang, "Aduh kayaknya sabtu gak bisa ikutan deh, udah mau flu-flu ini, kalian ber-4 aja gak apa-apa kan?". Saya cuma bisa ketawa-tawa ironis hahahah.. Puncaknya hari dimana kita ketemuan berlima di sebuah tempat makan, dia gak ngasih kabar dan gak dateng karena kerjaan. Ya ya.. kalau soal itu saya maklum biarpun seringnya pengen ngacak-ngacak itu kantor.. ngasih lembur kok tiap hari.. #lah siapa gue =)) 
At least setelah malam itu... saya pada satu keputusan, okeh trip ini emang awalnya buat loe, but whateverlah.. with or without you *kayak judul lagu #eaaa* saya dan 3 orang lainnya tetep jalan... *straight face*
Ini mau cerita soal ngetrip apa mau curhat sih... eits! sabar donk...

Jadi awalnya si Doi, elaah doi.. temen saya yang lebih banyak muterin mall ini pengen banget camping. Bentar, samain definisi campingnya dulu. Camping yang dia maksud itu adalah camping ceria, camping tanpa diriin tenda. Lah? lalu siapa yang diriin tenda?? Ya orang, bukan jin apalagi setan. Kita cuma dateng, bawa baju, tidur di tenda.. disediain api unggun dan lain-lain. ---____---" *ngelap jidat*
Dari beberapa pilihan, jatuhlah pilihan kita ke Grafiko Cikole, Lembang. Posisinya dekat dengan Boscha, dan begitu tahu dekat dengan Boscha. Saya langsung merengek-rengek minta sekalian ke Boscha.. hihihih aji mumpung.
Naasnya, kita tidak mempertimbangkan, pilkada Jakarta yang jatuh hari Kamis. Tau sendiri kan culture dunia kerja di Indonesia, meskipun jumat bukan hari libur tapi yang namanya jumat kejepit pasti bikin tanggal itu mendadak jadi longwiken. Bandung adalah tempat pelarian coworker Jakarta buat longwiken. Singkat ceritanya kita gak dapat kamar di Cikole.
Kemudian, karena beberapa minggu sebelumnya saya pernah ngobrol dengan teman saya soal camping ground di salah satu gunung di Jawa Barat yang pengen banget saya kunjungi. Akhirnya saya usulkan tempat itu di forum. Dia yang sebenarnya sudah tahu sih, iya iya aja... tinggal 3 orang lagi.. mesti dibujuk hihihi. Terlebih konsep camping ini jauh beda dengan sebelumnya.. camping yang saya pengeni ya camping beneran.. diriin tenda, masak dan lain-lain. Syukur alhamdulillahnya 3 orang ini murahan akut #eh, mereka iya-iya aja, dengan syarat gak ada acara tracking... hwuahahah I lied in here :))

Setelah persiapan super singkat, 1-2 minggu nyari contact person. Mastiin lokasi available buat camping dan nyari tau rute ke sana seperti apa. Plus nyari pinjeman segala pernak pernik yang harus dibawa, berhubung tim hore kita bukan anak pecinta alam hahahahah.. 
Tibalah juga pada hari H...
Meeting poinnya di stasiun Bogor. Dari lima orang yang ikut, Septiani, Mario, Raditiano, saya dan Bangunay dibagi 3 kloter. Saya dengan Radit ketemu di Lenteng Agung, Mario dan Septiani di Stasiun Gondang Dia, dan Bangunay di Bogor. 
Pukul 9 : 00 sampailah kita di Bogor. Banyak kemudahan-kemudahan yang kita alami hari itu. Seperti dapat sewa angkutan murah sampai ke lokasi sehingga kita tidak perlu naik turun angkutan. Bahkan akhirnya kita dapat No telp Bapak angkutan tersebut untuk perjalanan-perjalanan selanjutnya. 

Sampai venue sempet dikagetkan dengan police line warna kuning, dan temen-temen saya pun mendadak ribut. Ini tempat yang kemarin kejatuhan pesawat itu ya? . Saya cuma senyam-senyum, iya yang ini buat evakuasi kemarin. Kalau kita kan gak di sini. 
Setelah menghubungi orang lapangan untuk perijinan mendirikan tenda, kita pun bergegas mendirikan tenda.. dengan segala keambiguan obrolan-obrolannya dan keamatirannya, tenda tersebut pun berhasil di dirikan.
Usai mendirikan tenda, acara selanjutnya adalah masak memasak... menu kita siang itu adalah spagheti.
Kenyang makan spageti, kita pun bergegas ke curug atau air terjun yang konon lokasinya kurang lebih 1,3 KM. Berbekal insting dan nyali, kita mencoba menuju curug itu dengan hanya mengikuti track yang ada. Kata Septi, medannya sih lebih seram daripada di Sempu. hihihihi...Kalau kata saya, meskipun terjal tapi medannya jauh lebih mudah dibandingkan dengan Sempu yang mirip lautan lumpur. Dari perkiraan mas-mas penjaga pos yang informasinya jauuuuh banget bisa 2 jam, ternyata buat satu group amatiran kita cm butuh waktu kurang lebih satu setengah jam untuk berangkat dan setengah jam untuk baliknya... awesomeee *lebay*
Sayangnya curugnya sedang kering... :( Terjawab sudah pertanyaan saya selama ini kenapa mendadak Aq*a langka. Bumi makin sekarat dan kita tetep sibuk dengan keegoisan kita :'( Meskipun curugnya kering, namanya juga geng #kode, kehebohannya jalan terus. Tidur-tiduranlah, ciprat-cipratan airlah, ngumpetin sandal dan hal-hal bodoh lainnya. 
Pukul 4 sore kita bergegas kembali ke tenda karena tidak ingin melewati track yang kita lewati dalam keadaan gelap. 
Malamnya.. hujan gerimis dataaaang... tapi kita tetep berniat membuat api unggun... dengan menggunakan minyak goreng #eaaaa... 
So far, trip ini jadi perfect gateway buat kita, dari segala hal yang bikin gegana *gelisah galau merana* . Thanks buat mama-nya Septi yang udah nambahin kosakata kita. Ketawa-ketiwi sepanjang jalan dengan berbagai macam epic story kebodohan-kebodohan tiap personelnya... Foto-foto Duke Face, foto2 muka bin*l dan lain-lainnya Lalu kuliner makaaaan enaaaak... sempet mampir ke Kebun Raya Bogor juga karena kita gak dapet Kebun Teh.. next trip ya guys ;)

I called it paradise, how about you?
Kolase from Septiani..
 
Success bikin api unggun... hihihi
 
Canopy trail menuju camping ground...
it is our tents ;)
Location: Kaki Gunung Salak, Bogor-Sukabumi Jawa Barat
How to get there: Jakarta - Bogor by Commuter Line, Stasiun Bogor - Lokasi by Angkutan Umum (charter) satu kali jalan +- 150-200ribu, bilang aja Loji Pasir Jaya.
Budget: 
Transport dari stasiun Bogor (pp): 60.000IDR
Logistic: 40.000IDR
Administrasi dan perijinan: 10.000IDR
Total: 110.000IDR / orang

Goals: Pemandangan hutan pinus yang masih alami, curug yang airnya sesegar aq*a yang diambil dari kulkas, belajar soal elang yang sudah langka, canopy trail, jembatan kayu, udara segar 24 jam, orkestra alam yang suaranya lebih merdu daripada orkestra gedungan..
Bonus: makin kenal dengan temen-temen kita karena alam memang selalu mengeluarkan hal paling jujur dari manusia, makin bisa mensyukuri apa yang kita miliki, makin cinta dan dekat dengan Allah.
 
 


Monday, May 14, 2012

[travelling] Tiga Hari Mengejar Lampion...

Lima bulan berlalu, setelah perjalanan saya ke Gunung Kidul, Jogjakarta. Pada bulan Mei ini, Saya kembali lagi ke Jogjakarta. Jogjakarta memang membuat saya selalu ingin kembali... Kali ini teman perjalanan yang berhasil saya jebak untuk 3 hari 2 malam bersama Icha adalah:
Septiani, perempuan ajaib yang kemarin sempat menemani saya ke Phuket, Thailand. Perempuan yang tidak pernah ribet dengan segala pernak pernik, dan keluh kesah kalau saya siksa-siksa di trip murahan saya. :P


Lalu ada si makhluk Jengkelin, Mario Bross yang kemarin juga sempat jadi partner saya di USS Singapura. Udah tau jengkelin tapi masih aja saya ajak, saya gak punyaaaa pilihan laiiiiinnn.... *gaya iklan axis*. Hahaha bercanda, biarpun jengkelin, be honest dia partner yang asyik kok buat jadi temen jalan. Paling suka ilang-ilangan dikit kalau dia ketemu objek foto bagus, nah kalau kayak gitu mata saya yang harus awas nyariinnya. 


Peserta ke tiga adalah si Bang Ade Unay *ini nama asli bukan siiih* e__e". Si Bang Unay ini, korban hasil bujuk rayu Mario. Orangnya kalem, santun kalau di darat aja. Jangan sekali-kali bawa dia di sungai, kelakuan aslinya langsung muncul Y__Y;" persis bajing loncat bisa-bisanya dia loncat-loncat dari ujung ke ujung di perahu karet. *speechles*
dan perjalanan pun dimulai....

Sabtu, 5 mei 2012.
Pukul 7.50 WIB, kita bertolak dari Jakarta menuju Jogjakarta menggunakan kereta api Gajah Wong.  Cuaca cerah menaungin perjalanan kita hari itu. Tidak banyak halangan merintang, semua lancar. Sepanjang perjalanan yang memakan waktu hampir 8 jam itu, kita bertemu dengan seorang ibu yang "epic" banget kelakuannya. Pukul 16.00 WIB sampailah kita di Stasiun Tugu, Jogjakarta dengan guyuran hujan deras. 
Dari stasiun Tugu menuju pondok penginapan yang sangat tidak recomended, selain karena pemiliknya tak ramah juga karena lokasinya yang ternyata jauh dari mana-mana. Untungnya kita book penginapan tersebut hanya untuk satu malam. Pukul 19.00 WIB, saya, bang Unay dan Septiani beranjak dari Penginapan menuju Malioboro, jalan-jalan malam. Jadwal malam itu, Mario tidak bisa hadir karena sakit, dan memilih untuk stay di penginapan. Get well soon men :)


Minggu, 6 Mei 2012.
Pukul 3.00 WIB alarm handphone saya berbunyi nyaring, membangunkan saya yang baru tidur 2 jam. Hari ini kita berniat mengejar sunrise di Puthug Setumbu, sebuah bukit setinggi kurang lebih 150mdpl yang berada kurang lebih 4 KM dari Borobudur. Untuk masuk ke lokasi ini sebenarnya gratis, beberapa hotel dekat kawasan Puthug memang menyediakan paket sunrise, tapi karena harganya tergolong mahal dan kami wisatawan murahan, kita ambil sepaket dengan mobilnya yang artinya gratis ( si owner mobil ini pegawai salah satu hotel dekat borobudur yang menjual paket tersebut, beliau juga yang nantinya memudahkan kita untuk akses masuk ke acara waisya malam2 gratis) hohoho. Tapi meskipun gratis, ada pungutan seikhlasnya oleh warga kampung sekitar situ dengan alasan untuk pembangunan jalan. Bukan seikhlasnya juga sih, karena per orang kita ditarik 10000IDR, semoga pungutan liar itu memang benar-benar untuk pembangunan kawasan Puthug amiiin. Pagi itu, cuaca sedikit berkabut di Jogjakarta, kami tidak bisa melihat sunrise yang konon tersohor itu. Terlebih juga karena banyaknya photo hunter yang punya tujuan sama dengan kami. Membuat Puthug Setumbu menjadi kurang nyaman untuk dinikmati. Pukul 6.00 WIB kami bergegas kembali ke Jogjakarta untuk melanjutkan rencana itinerary yang sudah dibuat.
bersama abang becak, eh bang Unay denk :P


sunrise tak dapat kita main di sawah aja :P


Destinasi kita selanjutnya adalah Prambanan, dan di Prambanan kita cuma sampai di tempat parkir, "ngadem" sejenak ke tourist information lalu puter balik ke Ullen Sentalu hwuahahaha. Cuaca panas dan pengunjung yang ramai membuat kita urung untuk masuk :P Selama perjalanan ke Prambanan, kita banyak melihat lalu lalang mobil dengan boat di atasnya. Lalu, Mario yang sudah "sehat", tiba-tiba mendapat ilham untuk rafting. Meh! ide yang kemudian bikin saya ketagihan untuk melakukan dan melakukan lagi :P 

Tanpa banyak diskusi, atau debat terjadi perubahan itin yang cukup dratis. Skip beberapa object dan langsung memutuskan ke Ullen Sentalu untuk mengejar rafting jam 14.00 WIB. Yup! begitulah awalnya kenapa rencana waisya romantis berubah jadi basah-basahan di boat. Salahkan M A R I O... Y_Y

Pukul 11.00 WIB, kami tiba di Ullen Sentalu, saya tertakjub-takjub dengan budaya Jawa dan ajaran-ajaran-nya. Lah, kemana aja Chaaa...Biarpun saya orang Jawa tetapi sepertinya orang tua saya bukan penganut adat Jawa yang taat. Akibatnya anaknya bukan tipe-tipe gadis Jawa yang lemah lembut. *Sigh*
Ullen Sentalu, (Septiani, Me, Mario, Bang Unay. Ki-Ka)
4 tiket ke Ullen Sentalu



Untuk tiket masuk ke Ullen Sentalu kita cukup mengeluarkan uang sebesar 25000IDR/orang, dan akan dipandu oleh seorang tour guide yang fasih bercerita tentang budaya Jawa *takjub*.  

Tak bisa berlama-lama di Ullen Sentalu, seperti yang saya bilang sebelumnya, kami haarus  mengejar rafting Pukul 14.00 WIB. Tepat pukul setengah dua siang kami tiba di perkampungan Jawa untuk melakukan rafting Jogja Adventure di Sungai Ello, trataaaaa... hahahhaha.... Jujur saya hampir mundur sewaktu mendapat pengarahan dan melihat muka jahil bang Unay juga Mario. Mereka seperti memiliki banyak ide jahil buat bikin saya ngomel-ngomel, daaan kecurigaan saya beralasan. Y_Y
Muka saya tegang setengah mampus melewati jeram demi jeram, ditambah guyuran hujan deras. Biarpun sudah pakai pelampung, tapi tetap saja kemungkinan saya bisa jatuh di air yang deras tanpa keahlian berenang membuat saya pias. Terlebih rafting saat itu 12 KM sungai Ello ditempuh dalam 2 jam yang buat saya rasanya seabad. *pingsan*

Btw busway, saya kira bukan cuma saya yang punya ketakutan buat jatuh. Mario dan Bang Unay juga, kalau Septi sih sudah pasti sama takutnya dengan saya, terdengar jelas dari teriakan-teriakannya. Kalau duo pria ini, pertama Mario, jemari tangan saya sampai mau remuk rasanya, bleh! belagu sih, sok-sok-an lawan keseimbangan, ternyata dia kan yang lebih kencang pegangan ke saya daripada saya ke dia. Bang Unay? Biarpun bergaya bajing loncat di perahu, ternyata sewaktu dayungnya tersangkut ke batang pohon, panik juga dan lucunya satu pun dari kita tidak ada yang perduli dengan teriakan paniknya :P

Oh iya, untuk rafting sejauh itu kami cuma mengeluarkan uang 162500IDR/orang sudah include dengan makan malam enak, guide di perahu, sertifikat, pelampung, boat, dan antar jemput dari meeting point ke meeting point. Muraaaaahhh...
Berkat kelakuan kwartet kita selama di boat, kita disangka masih abg, belum tahu aja kalau usia kita sudah lewat seperempat abad semua :P

Sesuai perhitungan waktu, pukul 19.00 WIB. Tibalah pada puncak acara yang jadi tujuan utama dari trip gajebo ini. Yup! benar sekali "Waisya di Borobudur" Melihat bagaimana seremonial menjadi begitu komersil Y_Y, melihat bagaimana manusia menjadi begitu egois dan hanya peduli pada duniawi. Loh? kok begitu? Ini bukan tentang para penganut Budha, ini tentang pengunjung waisya di Borobudur yang telah melewati batasnya sebagai pengunjung. Dan saya trenyuh... saya bukan penganut Budha, saya muslim, tapi melihat bagaimana mereka melakukan ibadah hari rayanya dibawah bidikan kamera-kamera yang tak sopan, melakukan sujud penghormatan di belakang orang-orang yang cekikikan. Y_Y
Semoga tahun depan, para panitia lebih mengatur acara ini sehingga, ibadah waisya tetap terjaga kekhusyukannya. Terlepas semua kejadian-kejadian itu, tentunya lampiooooon...

Beautiful Lantern that I will never forget it ;)


I called it three wishes, credit to Mario


Borobudur on the night, credit to Mario


That was not Stars, that was lanterns, for every single wishes that fly to the sky :), Credit to Mario
Perjalanan mengejar lampion ini, diawali dari awal desember sewaktu saya dan Mario ke USS, clue-nya cuma satu "Learning of Life" dari Arisan The Movie. Curious dengan statement Mario, sekembali ke Indonesia saya membajak Septiani untuk menemani saya nonton Arisan... *FYI saya jaraaaang banget nonton film Indonesia kecuali tiketnya dibeliin* dan di film itulah saya melihat Lampion untuk pertama kalinya. Lampion yang membuat saya kemudian mati-matian ingin mewujudkan melihat secara langsung. Resiko cuti ditolak, SP, dipecat seperti cuma angin lalu buat saya. Kerjaan saya belum jua selesai sehari sebelum keberangkatan dan saya bersikap optimis kalau meeting dadakan jam 8 pagi di hari Selasa, tepat jadwal saya kembali ke Jakarta akan baik-baik saja. Allah masih sayang dengan saya, meeting saya lancar. Kerjaan saya selesai tepat waktu. :)
Pukul 21.00 WIB pelepasan lampion dilaksanakan, saya? speechless....... Keramaian yang melingkupi Borobudur malam itu serasa mendadak hening, cuma ada saya dan lampion-lampion itu. Begitu terpesonanya saya, sampai-sampai sewaktu Bang Unay memanggil saya untuk turut serta memegang lampion sebelum diterbangkan saya acuhkan.. :P Saya gak dapet foto memegang Lampion seperti septi, Mario dan Bang Unay. Tapi saya tahu cuma saya yang membawa lampion,temaramnya dan harapannya pulang ke rumah. 

Malam itu saya tahu, saya turut melepaskan harapan saya terbang tinggi ke langit kelam...
Saya bahagia.....

Acara waisya diakhiri pukul 22.30 WIB, dan kami pun kembali ke Jogjakarta.

Senin, 7 mei 2012.

Hehehe... hari senin tanpa macet, tanpa kerjaan, terbangun bersama teman-teman yang kita sukai. Ah! nikmat macam mana lagi yang kamu dustakan :P Last day in Jogjakarta, kita berpusing-pusing ria ke Malboro, Taman sari, dan makan, makan, makan... kembali ke Jakarta pukul 18.50 WIB, dengan kereta api seharga 37000IDR :P
Monday Evening in corner of Jogjakarta




Taman Sari, yang konon katanya angker :P




What a lovely trip...
Aaaaaahhhh... bahkan kemudian sampai hari ini saya masih suka tersenyum-senyum sendiri.. Makin gak sabar buat rafting dan trip selanjutnya :P

xoxo,
-icha-