Showing posts with label Cerita semusim. Show all posts
Showing posts with label Cerita semusim. Show all posts

Wednesday, March 05, 2014

[Traveling-BaliLombok] Tiga hari Untuk Selamanya

  And how will it be
Sometimes we just can see
A neighbor, a lover, a joker
Or friend you can count on forever
How tragic, how happy, how sorry
For all we know we've come this far
Not knowing why

Sekarang saya paham kenapa Rasul memerintahkan umatnya untuk berpergian, karena perjalananlah yang mengajarkan kebajikan kepada manusia. Siapa teman perjalananmu, siapa yang kamu temui di perjalananmu, dan banyak hal yang tanpa sadar sering kita lupakan. Perjalanan juga mengajarkan kita tentang arti bersyukur dalam makna yang sebenarnya. Mensyukuri hal-hal kecil yang sering kita sepelekan. 
Saya termasuk tipe perempuan yang sangat melankolis, yang memandang segala sesuatu dengan hati. Meskipun seringnya saya bertindak sebaliknya. That is my defense for avoid judge-mental person.

Perjalanan terakhir saya kali ini, masih dengan orang-orang yang sama, plus Ka Lila yang entah kena hembusan angin apa bersedia diculik tiga orang kawanan yang suka absurd sendiri. Makasih ya Kak :)
Btw sesuai judul kali ini saya berkesempatan mengunjungi pulau Lombok dan singgah sebentar ke Pulau Bali. Sekedar informasi Pulau Lombok  adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara barat. Terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Ibu Kota Pulau Lombok ada di Mataram, sekarang saya ingat betul setelah selama perjalanan saya merasa benar-benar bodoh karena tak tahu kalau Lombok punya ibukota muhahahha...

Perjalanan saya ditempuh mulai dari Jakarta ke Bali selama 45 menit kemudian 3 jam dari bandara Ngurah Rai menuju Padang Bai. Kemudian dilanjutkan lagi menuju ke Lombok dengan menggunakan Ferry selama 4 jam, long-long way. Kami memilih menggunakan ferry dengan harga tiket IDR40K dibandingkan dengan speedboat yang 10 kali lipatnya karena satu alasan "ekonomis" hahahha. Meskipun awalnya saya cukup pesimis dengan kondisi ferry, mengingat yang sudah-sudah kondisi penyeberangan ferry cenderung mengenaskan *ceritanya trauma*. Ternyata ferry Bali-Lombok ini melampaui harapan saya. Ferry Bali- Lombok, cukup bersih dan terawat. Bahkan terdapat kabin-kabin tertutup yang memungkinkan kami untuk tidur. Alhamdulillah.

Pukul 2 pagi waktu WITA, sampailah kami ke dermaga Lembar. Salah satu pelabuhan di Lombok yang cukup sibuk, sekedar informasi kapal Ferry Bali - Lombok dan sebaliknya berangkat setiap satu jam sekali.
Saat itu kondisi pelabuhan sudah cukup sepi, tak banyak orang lalu lalang, hanya beberapa penumpang seperti kami yang baru tiba dan beberapa orang yang mungkin memang bekerja di pelabuhan. Mobil jemputan kami saat itu dijadwalkan akan datang jam 5 pagi, jadi kami harus mengisi kekosongan waktu selama 3 jam, yang diisi dengan cerita horor.. Makasih loh Y___________Y

Hal yang menyebalkan pagi itu adalah hujan. Wait Rain! Bukan berarti saya gak cinta lagi sama kamu. Tapi setelah demam dua hari sebelum berangkat, yang saya inginkan cuma tidak terkena percikanmu yang terkadang meracuni itu :(
Ya intinya hari itu kedatangan kami disambut hujan yang membuat kami harus berlari-lari kecil, biasanya saya menganggap hal seperti itu adalah bagian perjalanan yang romantis. Tapi kali ini, otak saya berteriak, "CUKUP HENTIKAN SEGALA ROMANTISME ABSURDMU ITU ICHA" , jangan sampai demam lagi dan bikin repot semua orang. Tauk ih, kenapa sekarang saya jadi penyakitan gini dah. :(

Pukul 5 pagi, si Mas Eka, bentar Eka aja kali ya.. kan situ lebih muda dari saya :P datang menjemput kami di Lembar. Horeeee!!! Kami selamaaat.. \(^___^)/ Pagi itu juga kami langsung menuju ke Sengigi untuk ke pantai-pantai perawan.. wuaaaaaaa.... lalu ketiduran sepanjang perjalanan dan tiba-tiba sudah sampai. *katanya sih sepanjang perjalanan itu pemandangannya bagus, tapi dasar saya pelor, jadi gak bisa cerita deh :(*
Senggigi sebenarnya seperti dermaga kecil, tempat para nelayan berlabuh dan saling bertransaksi ikan. Konon kata Eka disini sering ada ikan hiu dijual belikan, hwuaaaaaa pecinta lingkungan pasti berang kalau singgah ke sana. Btw, disinilah satu pelajaran saya dapatkan.. melihat keriuhan ibu-ibu yang berjuang setiap hari demi hidup, saya merasa tak pantas berkeluh kesah lagi. Mereka hebat, memanggul air dengan kepalanya bolak-balik naik turun tanpa lelah, memanggul puluhan kilo ikan dan di pasar ini juga saya melihat kejujuran nenek-nenek, menikmati nasi berlauk ikan hanya seharga IDR5K. Pelajaran yang membuat saya bahagia dengan cara yang sederhana :')

Suasana pagi di pasar ikan Sengigi

Woi udah woi mellownya woiii.... Setelah menikmati suasana pasar dan sarapan, kami  pun bergegas menuju ke pantai-pantai perawan.. Pantai-pantai yang sedikit terjamah manusia. Kami menggunakan salah satu kapal nelayan, mirip kapal-kapal kalau kita ke pulau Seribu. Tarifnya cuma IDR400K sudah termasuk peralatan snorkeling. Pink beaccccch I am comiiing \(^___^)/ *lupa nama pantai lainnya hahahha* Ohiya, takjubnya saya, di Pantai Pink ini sudah ada cottage, cuma satu cottage saja.. rekomen banget buat bulan madu di atas awan kyaaa kyaaa *mupeng*

Pukul 2 siang kami kembali ke dermaga dan menuju Hotel Santai beach. Hotel yang akan jadi pengalaman pertama dan terakhir saya karena kabarnya hotel tersebut sudah berpindah kepemilikan. Sayang sekali menurut saya, dengan rate yang cukup murah, hotel tersebut cukup memuaskan. Pukul 5 sore, saatnya hunting sunset dan mencoba makanan khas Lombok... apalagi kalau bukan ayam taliwang.. Singkatnya, malam itu selain berkuliner, kami juga punya visi khusus *tjaelah*. Kami membawa lampion dari Jakarta, dan malam itu adalah malam kami mencoba menerbangkannya di langit Lombok. I love the silent when we are staring at the sunset....... Saya suka heningnya.. suka jingganya... dan lampion itu... MasyaAllah! syukur alhamdulillah.. malam itu ada bagian saya yang ikut terbang bersama si Lampion...

salah satu lampion sesaat sebelum terbang


Keesokan harinya, saya mengunjungi GT aka Gili Trawangan. Sebelum ke GT, kami singgah ke beberapa objek di Lombok, Pantai malibu, ke rumah impian, *yang ini saya males jelasin detailnya* dan spot-spot yang sepertinya cuma si Eka yg tau. *i think he was so recomended guide, try him!* 
Object2 segelintir di lombok, gpp donk narsis dikit bareng kak Lila :D
Untuk menuju GT, kami menggunakan kapal penyeberangan dengan tiket seharga IDR25K. Saran saya sih persiapkan mental, kebetulan saya kemarin ombaknya cukup besar, sehingga saya seperti naik Kora-kora dengan durasi 15-20 menit *pucat*. 
Gili Trawangan sekilas mengingatkan saya akan Phiphi di Thailand. Didominasi oleh bule yang sedang berjemur dengan laut dan pantai yang landai. Sayangnya saya gak ada persiapan buat jebar-jeburan lagi. Jadi akhirnya saya memilih duduk malas-malasan di tepi pantai sembari ngintipin bule-bule yang sedang make-out dengan pasangannya. *ih icha ih*
Di GT ada makanan khas, semacam pecel tetapi beralas kerupuk, dimakan dengan sate ayam atau jeroan. harganya cuma 5K saja hwuaaaaaa....*saya jarang banget foto makanan jadi maaf gak ada fotonya hahah* 
Di GT saya juga ketemu sama si Penyot, siapa itu Penyot? itu penyu kecil penghuni tempat konservasi di GT.*main kasih nama aja* hahha.. lalu ada si Garong Kucing Galak, dan si Comel kucing genit yang baru melahirkan. Karena hari itu kami harus kembali ke Bali, kami tak berlama-lama di GT. Tapi jauh di dalam hati kami, ada semacam keinginan bahwa suatu hari kami akan kembali ke sini, tak cuma untuk beberapa jam.. tapi mungkin semalam dua malam... aamiin..
Si Penyot yang blinking


Hari ke tiga, Kami seharian di Bali. Ubud - Kintamani yang berlatar kabut dan gerimis, Tampak Siring dan kemegahannya, monkey foreeeeesssttttt horeeee... dan ditutup dengan pelepasan lampion terakhir di Sanur. Malam itu meski bukan malam minggu, sanur nampak padat dengan pasangan yang memadu kasih #paansihbahasaloecha Pelepasan lampion itu jadi semacam hiburan buat mereka.. Gpp deh sekali-kali ngehibur orang lagi pacaran. *sigh*

monyet belagu yang gk mau difoto di monkey forest, Ubud
Tiga Hari Untuk Selamanya.. *bagian ini boleh diskip karena gk penting*

Setiap tahun, setiap perjalanan, ada banyak hal yang terjadi pada saya. Baik, buruk, manis, pahit, asam dan segala yang kadang saya sendiri terkejut betapa kuatnya saya melewatinya. Saya bukan perempuan yang ekspresif, tak tahu bagaimana mengungkapkan cinta dengan cara yang manis. Tak tahu bagaimana bilang sayang tanpa terasa lugas dan kaku seperti tanpa perasaan. Meski saya bisa melakukan banyak hal yang di luar yang bisa orang pikirkan  untuk membuat orang yang saya pilih untuk bahagiakan, bahagia. Kenyataannya saya justru lebih sering membuat seseorang kesal daripada membuatnya bahagia. Saya sadar...
Saya bukan tak berharap apa-apa, saya cuma takut harapan itu akan membuat saya berantakan seperti sebelum-belumnya. Kamu *ah iya cuma kamu memang cuma kamu* melampaui semua harapan yang bisa saya bayangkan dari seorang pria...
Kamu membuat saya kembali percaya cerita indah negeri dongeng itu ada... Saya akui malam itu sesaat sebelum meninggalkan Bali lagi, bunyi debur ombak, pasir pantai yang halus, pekat malam, lampion, saya, dan pikiran tentang kita... adalah hal terbaik dari yang paling baik.. 

Kita telah sampai sejauh ini...................


PS:
Pssst... posting cerita ngetrip gak lengkap tanpa budgeting kan ya... So here is the budget!!
Budget ini exclude makan dan jajan2 yah.. Total sih 1,5 juta belom termasuk tiket..
Tiket kemarin kita dapat pp Jkt-Bali : IDR650K
gak murah-murah banget.. mungkin kalo personelnya nambah sharing cost buat mobilnya jadi bisa lebih ditekan kali yaaa... hahahha

-->
ITINERARYCOMPONENTBudget@Remarks
Ngurah RaiTaxi to KutaIDR 80,000.00IDR 20,000.00
Kuta - Padang BaiRent Car, FerryIDR 300,000.00IDR 75,000.00



IDR 40,000.00
Lombokrent car +BBM+sopirIDR 500,000.00IDR 125,000.00
Santai Beach Hotelhotel 2 kamarIDR 616,000.00IDR 154,000.00per kamar standart 280.000 + 10%
Pink Beachlembar - tanjung luar - pink beachIDR 400,000.00IDR 100,000.00sewa boat dan island hoping



IDR 25,000.00sewa alat snorkling





Lombokrent car + BBMIDR 500,000.00IDR 125,000.00
Gili TrawanganKapal penyebrangan
IDR 25,000.00@ 12.500 X 2 (PP)

Kapal Ke Bali
IDR 40,000.00





Padang Bai - Kutarent car + BBM + sopirIDR 300,000.00IDR 75,000.00

Hotel Palloma KutaIDR 446,250.00Rp 111,562.50
Ubud, Bebek Pinggir Sawah, Tampak Siring, Kintamanirent car + BBM + sopirRp 350,000.00Rp 87,500.00



IDR 1,003,062.50






Tuesday, September 25, 2012

[another perfect gateway] Ada Loji di Salak...

Saya belum pernah bikin satu trip khusus karena seseorang minta ke saya. Kecuali kali ini.. trip yang syukurnya berjalan lancar dari awal sampai akhir *emang sih ya kyknya kalau sesuatu dibikinnya dengan cinta hati pasti sukses*. Biarpun hampir batal karena si penyulut yang udah dibela-belain hampir gak bisa ikut karena sakit..Dasar penyakitan!! #eh maaf :p
Hari disaat dia bilang, "Aduh kayaknya sabtu gak bisa ikutan deh, udah mau flu-flu ini, kalian ber-4 aja gak apa-apa kan?". Saya cuma bisa ketawa-tawa ironis hahahah.. Puncaknya hari dimana kita ketemuan berlima di sebuah tempat makan, dia gak ngasih kabar dan gak dateng karena kerjaan. Ya ya.. kalau soal itu saya maklum biarpun seringnya pengen ngacak-ngacak itu kantor.. ngasih lembur kok tiap hari.. #lah siapa gue =)) 
At least setelah malam itu... saya pada satu keputusan, okeh trip ini emang awalnya buat loe, but whateverlah.. with or without you *kayak judul lagu #eaaa* saya dan 3 orang lainnya tetep jalan... *straight face*
Ini mau cerita soal ngetrip apa mau curhat sih... eits! sabar donk...

Jadi awalnya si Doi, elaah doi.. temen saya yang lebih banyak muterin mall ini pengen banget camping. Bentar, samain definisi campingnya dulu. Camping yang dia maksud itu adalah camping ceria, camping tanpa diriin tenda. Lah? lalu siapa yang diriin tenda?? Ya orang, bukan jin apalagi setan. Kita cuma dateng, bawa baju, tidur di tenda.. disediain api unggun dan lain-lain. ---____---" *ngelap jidat*
Dari beberapa pilihan, jatuhlah pilihan kita ke Grafiko Cikole, Lembang. Posisinya dekat dengan Boscha, dan begitu tahu dekat dengan Boscha. Saya langsung merengek-rengek minta sekalian ke Boscha.. hihihih aji mumpung.
Naasnya, kita tidak mempertimbangkan, pilkada Jakarta yang jatuh hari Kamis. Tau sendiri kan culture dunia kerja di Indonesia, meskipun jumat bukan hari libur tapi yang namanya jumat kejepit pasti bikin tanggal itu mendadak jadi longwiken. Bandung adalah tempat pelarian coworker Jakarta buat longwiken. Singkat ceritanya kita gak dapat kamar di Cikole.
Kemudian, karena beberapa minggu sebelumnya saya pernah ngobrol dengan teman saya soal camping ground di salah satu gunung di Jawa Barat yang pengen banget saya kunjungi. Akhirnya saya usulkan tempat itu di forum. Dia yang sebenarnya sudah tahu sih, iya iya aja... tinggal 3 orang lagi.. mesti dibujuk hihihi. Terlebih konsep camping ini jauh beda dengan sebelumnya.. camping yang saya pengeni ya camping beneran.. diriin tenda, masak dan lain-lain. Syukur alhamdulillahnya 3 orang ini murahan akut #eh, mereka iya-iya aja, dengan syarat gak ada acara tracking... hwuahahah I lied in here :))

Setelah persiapan super singkat, 1-2 minggu nyari contact person. Mastiin lokasi available buat camping dan nyari tau rute ke sana seperti apa. Plus nyari pinjeman segala pernak pernik yang harus dibawa, berhubung tim hore kita bukan anak pecinta alam hahahahah.. 
Tibalah juga pada hari H...
Meeting poinnya di stasiun Bogor. Dari lima orang yang ikut, Septiani, Mario, Raditiano, saya dan Bangunay dibagi 3 kloter. Saya dengan Radit ketemu di Lenteng Agung, Mario dan Septiani di Stasiun Gondang Dia, dan Bangunay di Bogor. 
Pukul 9 : 00 sampailah kita di Bogor. Banyak kemudahan-kemudahan yang kita alami hari itu. Seperti dapat sewa angkutan murah sampai ke lokasi sehingga kita tidak perlu naik turun angkutan. Bahkan akhirnya kita dapat No telp Bapak angkutan tersebut untuk perjalanan-perjalanan selanjutnya. 

Sampai venue sempet dikagetkan dengan police line warna kuning, dan temen-temen saya pun mendadak ribut. Ini tempat yang kemarin kejatuhan pesawat itu ya? . Saya cuma senyam-senyum, iya yang ini buat evakuasi kemarin. Kalau kita kan gak di sini. 
Setelah menghubungi orang lapangan untuk perijinan mendirikan tenda, kita pun bergegas mendirikan tenda.. dengan segala keambiguan obrolan-obrolannya dan keamatirannya, tenda tersebut pun berhasil di dirikan.
Usai mendirikan tenda, acara selanjutnya adalah masak memasak... menu kita siang itu adalah spagheti.
Kenyang makan spageti, kita pun bergegas ke curug atau air terjun yang konon lokasinya kurang lebih 1,3 KM. Berbekal insting dan nyali, kita mencoba menuju curug itu dengan hanya mengikuti track yang ada. Kata Septi, medannya sih lebih seram daripada di Sempu. hihihihi...Kalau kata saya, meskipun terjal tapi medannya jauh lebih mudah dibandingkan dengan Sempu yang mirip lautan lumpur. Dari perkiraan mas-mas penjaga pos yang informasinya jauuuuh banget bisa 2 jam, ternyata buat satu group amatiran kita cm butuh waktu kurang lebih satu setengah jam untuk berangkat dan setengah jam untuk baliknya... awesomeee *lebay*
Sayangnya curugnya sedang kering... :( Terjawab sudah pertanyaan saya selama ini kenapa mendadak Aq*a langka. Bumi makin sekarat dan kita tetep sibuk dengan keegoisan kita :'( Meskipun curugnya kering, namanya juga geng #kode, kehebohannya jalan terus. Tidur-tiduranlah, ciprat-cipratan airlah, ngumpetin sandal dan hal-hal bodoh lainnya. 
Pukul 4 sore kita bergegas kembali ke tenda karena tidak ingin melewati track yang kita lewati dalam keadaan gelap. 
Malamnya.. hujan gerimis dataaaang... tapi kita tetep berniat membuat api unggun... dengan menggunakan minyak goreng #eaaaa... 
So far, trip ini jadi perfect gateway buat kita, dari segala hal yang bikin gegana *gelisah galau merana* . Thanks buat mama-nya Septi yang udah nambahin kosakata kita. Ketawa-ketiwi sepanjang jalan dengan berbagai macam epic story kebodohan-kebodohan tiap personelnya... Foto-foto Duke Face, foto2 muka bin*l dan lain-lainnya Lalu kuliner makaaaan enaaaak... sempet mampir ke Kebun Raya Bogor juga karena kita gak dapet Kebun Teh.. next trip ya guys ;)

I called it paradise, how about you?
Kolase from Septiani..
 
Success bikin api unggun... hihihi
 
Canopy trail menuju camping ground...
it is our tents ;)
Location: Kaki Gunung Salak, Bogor-Sukabumi Jawa Barat
How to get there: Jakarta - Bogor by Commuter Line, Stasiun Bogor - Lokasi by Angkutan Umum (charter) satu kali jalan +- 150-200ribu, bilang aja Loji Pasir Jaya.
Budget: 
Transport dari stasiun Bogor (pp): 60.000IDR
Logistic: 40.000IDR
Administrasi dan perijinan: 10.000IDR
Total: 110.000IDR / orang

Goals: Pemandangan hutan pinus yang masih alami, curug yang airnya sesegar aq*a yang diambil dari kulkas, belajar soal elang yang sudah langka, canopy trail, jembatan kayu, udara segar 24 jam, orkestra alam yang suaranya lebih merdu daripada orkestra gedungan..
Bonus: makin kenal dengan temen-temen kita karena alam memang selalu mengeluarkan hal paling jujur dari manusia, makin bisa mensyukuri apa yang kita miliki, makin cinta dan dekat dengan Allah.
 
 


Monday, January 09, 2012

[Backward Moment] for all your happily ever after...

Bulan October dan Desember tahun lalu, saya berkesempatan buat jalan-jalan ke Phuket dan Singapura. Soal Phuket dan foto-fotonya sudah saya bahas dan share di sini. Impress saya buat Phuket, saya ungkapkan seperti berikut
Flying into Phuket was like flying into paradise, island littered the sparkling green water and i did not know how to describe my excitement.

Jadi kebayang kan, gimana perjalanan saya ke phuket kemarin. :) :)

Bulan Desember, ceritanya tutup tahun gitu saya pergi ke Singapura. Kepergian saya ke Singapura ini adalah kali kedua, jadi bisa dibilang saya biasa saja. Excitement saya cuma saat pergi ke USS, Universal Studio Singapore . Itu lhoo, dunia fantasinya (DUFAN) Singapura.

Saya di Singapura cuma 3 hari, bandingkan dengan trip pertama saya dulu yang hampir seminggu. Tidak ada hal menarik yang bisa saya ceritakan tentang Singapura kali kedua ini kecuali salah satu itin saya pergi ke USS. Kali ini yang kena apes nemenin saya ke USS itu adalah orang ini. Dia yang apes atau saya yang apes yah.... >,<"

Perjalanan ke USS, dimulai dari pencarian tiket termurah. Iyalah, saya kan orangnya pelit buat ngeluarin cost terlalu banyak kalau cuma buat hura-hura. Jadi saya searching tuh, tiket USS termurah. dan ketemul
ah halaman ini. Antara deg-deg-an karena partner saya ini meragukan keabsahan tiket ini, dan karena iming-iming selisih dollar yang menggiurkan. Akhirnya saya nekat beli di Agan itu dengan permintaan, saya minta tiket cetak bukan print out. Teman saya berkali-kali bertanya, "Kalau sampai gak bisa dipakai disana tanggung jawab lho Cha". "Iya", jawab saya antara yakin dan gak yakin.

Hari H,
Selesai persiapan
ini itu... jam setengah sebelas siang, molor dari request saya sebelumnya, yang kepengen berangkat pukul sembilan pagi. Saya dan teman saya itu baru berangkat dari penginapan. Saya kesal banget sih sebenarnya kenapa jadi molor gitu, antara takut gak semua wahana bisa dinaikin dan juga karena teman saya itu mau ngejar sunset di MBS. Tapi berhubung saya males kalau nunjukin kekesalan saya nanti akhirnya malah ngerusak mood seharian. Akhirnya saya tahan kegondokan saya hari itu, sembari berdoa semoga tidak hujan dan semua wahana bisa saya nikmatin. Sekedar informasi, Singapura di hajar hujan deras dari hari pertama saya sampai.
Pukul dua belas siang, saya dan teman saya itu sampailah juga ke USS.

Tiket? sukses dooonk... kartu kredit saya aman di tempatnya. Makasih buat agan Roy, recommended seller yang sakit-sakit masih mau ketemuan ngasih tiket cetaknya. Kekhawatiran temen saya gak terbukti, komentar sinis yang bilang itu tiket palsu di setengah jam sebelum berangkat juga gak terbukti ;).

Di USS terbagi menjadi beberapa area, antara lain Madagascar, Far-far Away, Lost World, Ancient Egypt, Sci-Fi City, New York, dan Hollyworld. Saya dan teman saya rada bingung juga mau kema
na dulu, naik apa dulu. Secara kita sama-sama baru pertama ke USS, dan bodohnya gak ngambil peta lokasi. *Toyor*

Jadi pertama masuk kami mengabaikan Madagaskar, yang menurut definisi kami pasti permainannya kurang menantang, dan memutuskan menuju ke Far-Far Away. 

Far-far away, for all your happily ever after

the Palace of Far-far away credit to Mario
Far-far away, udah ketebak donk isinya soal apa, iya betul sekali, soal Shrek dan kawan-kawannya. Di Far-far away, wahana perdana yang kita coba adalah simulasi 4D entahlah namanya apa, lumayan seru dan lucu. Sempet kaget waktu ada yang gremet-gremet di kaki saya. *gremet kyk ada yg raba2 gitu*
Dari Far-far Away kita lanjut ke Ancient Egypt, ketahuan ya dari temanya soal apa. Gak jauh-jauh dari mummy, menurut saya dan teman saya yang tumben sepakat, kawasan ini masuk nominasi kawasan paling niat banget dibikinnya, pintu masuk ke the Mummy returnnya dibikin mirip banget ama p
iramida di Cairo. Asli keren banget saya bilang....... Wahananya juga assoy geboy, antrian the Mummy Return-nya dibikin spooky abis, dengan design cahaya lampu temaram lalu boks-boks berserakan dan jujur saya parno. Saya parno kalau dari boks itu tiba-tiba muncul mumi ngagetin saya dan itu gak terjadi. *oke itu pikiran konyol* dan sialnya muka parno saya itu kebaca abis ama teman saya itu, bukannya bilang yang menenangkan, dia malah cuma nanya, "loe kenapa sih kayak ketakutan gitu? biasa aja kali". *pengen jitak tapi saya tahan* >,<

Skip, the mummy return ini sebenarnya bisa dibilang roller coaster, tapi di kegelapan. Jadi bayangin aja badan kamu digun
cang-guncang tapi mata kamu gak bisa ngelihat apa-apa. Selebihnya? gak seru ah kalau saya ceritain disini... :D. Btw, di antrian sini akhirnya kita dapat MAP USS hasil buangan atau jatuh dari orang lain yang sedang mengantri, dan bodohnya MAP itu ilang lagi entah kemana :< *sigh*

Lanjut ke area ke tiga, kita meluncur ke Sci-Fi City. Di area ini kita diajak ke masa depan. Wahananya yang harus, HARUS *pake capslock* banget dinaikin adalah Galactika yang warna biru, inget ya biru. Biru itu kalau gak salah kita berperan sebagai C
ylon. Di situ, kaki kita di gantung-gantung dan dilempar-lempar ke udara. Yang merah as Human saya bilang biasa aja ah :D.*sok*

Beruntungnya kita hari itu, adalah sehari setelah peluncuran perdana wahana Transformer, yipiiieeee. Dan.. di wahana itu kita dapat free past buat masuk tanpa antri yang akhirnya kita pakai lagi buat naik Transformer hahahah... Saya gak mau cerita, gimana wahana Transformer itu... tapi sumpah asli seru banget banget banget *sampai tiga kali*. dan pliis pliiss jangan di compare dengan Robocop atau Perang Bintangnya Dufan, beda jauhhhhhhh... bagai langit dan bumi.... Saya kasih bocoran aja buat antrian ke dalamnya, layar LED dimana-mana, berasa ada di kapal luar angkasa, serius saya gak lebay ini.

Area ke empat, Lost World kita ketemu ama T-Rex dan kawan-kawannya. Sayangnya wahana arung jeram yang dibilang paling seru, tidak beroperasi sampai bulan Agustus 2012 nanti. Sedikit kecewa sih, karena saya udah siap basah-basahan disini. Jadi daripada gk naik apa-apa, kita naik pt
erodatyl, rolercoaster kecilah kalau di DUFAN.

Area ke lima, Madagaskar... wahana paling santai... naik rakit keliling... mirip dengan istana boneka DUFAN, dalam bentuk yang lebih megah.

Area ke enam, Hollywood.. disini kita cuma ngelihat-ngelihat karakter hollywood saja, tapi kalau mau narsis-narsis-an seru banget pasti. Karena ada si Betty Boop, si Pussy Boot, Charlie Chaplin, Hulk, ata
u si Panda di kung Fu Ninja, banyaklah... sayangnya baik saya dan teman saya kurang tertarik.... ;)

Pukul setengah lima sore, bersamaan dengan amukan hujan. Kita keluar dari USS dan beranjak menuju ke MBS. Yup, catching for Sunset. Tempat yang romantis...kalau perginya dengan orang yang tepat :(
Saat itu mendung, jadi kita kurang dapat sunsetnya, tapi justru dapet "10 menit moment paling berharga.." *ini istilah temen saya buat dapetin hasil poto terbagus*. Saat ngeliat pemandangannya, saya juga langsung mellow, *hiks* palagi waktu ketemu wish balls, saya nulis sesuatu lho di wish ball-nya :P


Foto-fotonya kayak gini...  bener kan langsung kepikiran "what if"  Y_Y


MBS dan moment 10 menit itu, credit to Mario
MBS dan moment 10 menit itu, credit to Mario
the sunset had gone, credit to Mario
the building, credit to Mario

Pelajaran saya dalam trip Phuket dan Singapura ini:

Too much worries are not healthy for my mind health :D


Phuket, meskipun sempet parno bakalan solo trip dan sempet pasang iklan di Kaskus buat temen barengan di Phuket, hohoho sempet khawatir juga gk bakalan bisa cukup bersenang-senang di Phuket karena satu dan lain hal. Nyatanya kekhawatiran saya gak terbukti, the world is turning around.. my trip was ended with happily ever after... lebih dari expectasi malahan.... Alhamdulillah :)



Singapura, sedikit mess sih, karena itin saya rada berubah.. dan saya tetep gak dapet sepatu boot *hiks* Y_Y tapi hari ke dua di USS itu amazing... Jujur, saya sempet parno juga jalan berdua dengan temen saya ini. Perbedaan karakter, saya yang suka lepas aja sampai pada taraf kadang suka malu-malu-in, dan temen saya yang extra hati-hati sampai pada taraf jaim. Saya takut bakalan gak asyik, dalam bayangan saya *ah mampus deh, gw pergi ama die, bakalan kena bentak  mulu dah*. Saking parnonya, sempet terucap juga dari mulut saya waktu masih di Indonesia, "Ntar kita misah aja kali ya, ketemu lagi di pintu keluar", yang gak di reply ama temen saya. Saya totally abused with my own mind... Semuanya gak terbukti sama sekali.. teman saya ini hari itu cukup manis *jangan diartiin aneh-aneh, ini maksudnya lagi gak galak* , saya cuma kena jitak boong-boongan tiga kali karena ngomong asbun *yg ini emang salah saya*, gak kena bentak.. *saya benci dibentak*, dan diturutin mau naik apa aja.... makasih om. *hiks terharu*. Hari itu semua orang senang, saya dapat USS, dia dapet MBS. Alhamdulillah :)

Selain wahana-wahana yang seru itu, bagian paling seru lainnya adalah waktu bekejaran dengan "timelimit" di loker penitipan barang supaya gak kena charge. heheh.. dasar turis kere, atau beli minuman botol seharga 20ribuan sebotol, dengan niatan supaya botolnya bisa diisi ulang pake pancuran air minum yang tersebar di USS itu lucu menurut saya :D

Terakhir sebelum saya akhiri, saya dan teman saya sepakat.... hari itu ternyata banyak kesepakatan yang langka haha, kita menyepakati bahwa dengan harga tiket 525ribu net... USS itu worth it banget buat dicobain....setidaknya sekali seumur hidup... dan please jangan di compare dengan DuFan, beda entitas kalau saya bilang mah :(

Jadi.......... tahun ini kemana lagi ya.......



xoxo,
-icha-

Tuesday, December 27, 2011

[travelling] Tentang Melewatkan Hari Spesial

Bulan ini Desember ke dua, aku menantimu... 
-desember kelabu, Yuni Shara-


Note: Faktanya bulan desember tahun ini adalah desember kelabu terbaik dalam hidup saya.


Laskar Purba in Action ;)
Banyak cara untuk melewatkan hari spesial.. yah hari pertambahan umur..
Biasanya saya lebih suka menghabiskannya di rumah, duduk diam merenung sembari berharap ada yang ngasih kejutan malem-malem *lah ngarep* hahah
Tapi tahun ini saya melakukan hal yang benar-benar berbeda.
Berawal dari satu minggu sebelumnya, seorang teman tiba-tiba mengirim pesan pendek ke blackbery saya.
 
"Icha suka rafting dan hiking?" 
"Sukaaaaa", jawab saya semangat karena mencium bau undangan.

Feeling saya gak salah, kalimat selanjutnya yang meluncur darinya, 

"Mau ikut saya ke gunung purba Jogjakarta?"
"Mauuu" 

Konyolnya setelah saya bilang mau, saya baru kemudian berpikir kapan dan berapa budgetnya, xixixi dasar icha :P

Dengan penjelasan singkat, teman saya itu menjelaskan secara garis besar itinerary dan berapa cost yang harus keluar. Dan Voilaa... saya pun memantapkan hati untuk ikut.

Jumat, 23 Desember 2011, saya dari rumah sudah membawa tas backpack centiel saya warna pink keunguan ke kantor. Jujur, hari itu saya sudah tidak terlalu konsen dengan kerjaan saya, apalagi ada meeting bulanan jam 5 sore. Tapi berhubung kerjaan saya sedang di puncak-puncak gunung, target harian saya mau gak mau harus selesai. Saya paling gak suka nunda kerjaan, atau terburu-buru di hari H. Menurut saya, kerjaan yang dikerjakan di menit-menit terakhir tidak akan memberi hasil yang maksimal. Jam setengah delapan malam saya beranjak dari kantor menuju ke stasiun senen. 
Saya baru sadar, stasiun yang beberapa hari ini cukup terkenal karena ada kejadian penusukan itu ternyata cukup menyeramkan. Kalau tau begitu saya pasti memilih naik ojek daripada jalan kaki >_<

Pukul delapan malam waktu Indonesia Barat, saya sampai di tempat yang dijanjikan. Celingak-celinguk mencari wajah yang mungkin cukup familiar di mata saya, dan gagal. Saya gak mengenal satu pun muka-muka asing yang tumplek blek di stasiun malam itu. Pukul delapan  tiga puluh pas, teman saya baru datang dengan muka polosnya. *cubit*
dan perjalanan menuju Kroya, Yunani eh Cilacap pun dimulai.
Kereta Ekonomi Serayu malam itu membawa saya menjauh dari penatnya kota Jakarta, menjauh dari segala hal yang membuat hati saya berdarah-darah. 


Sabtu, 24 desember 2011, Pukul tujuh pagi, saya bersama teman saya dan lima teman baru saya sampai di Stasiun Kroya. Stasiun kecil peninggalan Belanda yang mengingatkan saya pada kampung halaman. Mobil jemputan sudah menanti di tempat parkir, karena hari itu kami harus langsung meneruskan perjalanan ke Jogjakarta. Menariknya sepanjang perjalanan ke Jogjakarta, kita disuguhin lagu-lagu jaman dulu yang membuat kami seolah-olah terlempar ke masa lalu. Wiiiduuuriiii.... elok bagai lukisan.. oh sayang.......

Pukul setengah 11 siang kami sampai di alun-alun Jogjaaaa *pake aksen medok ala jogja*. Oh, perjalanan kami belum berakhir, masih ada sekitar satu setengah jam perjalanan untuk menuju ke Gunung Purba yang dijanjikan teman saya itu. 

Pukul 12 siang, sampailah kami ke Nglanggeran Gunung Kidul Jogjakarta dan langsung bersiap untuk tracking sepanjang kurang lebih satu kilo, dan 300 meter di atas permukaan laut untuk mengejar Sunset. SubhanaAllah.. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan :')



Catching for Sunset credit to Dhodie



Kami turun dari puncak Gunung Bagong, puncak barat sekitar jam 6 sore dan bergerak kembali ke homestay. Home stay yang kami jadikan tempat bermalam ini cukup lumayan lho, selain bersih Si empunya sepertinya menganut paham best satisfied buat customernya. Makanan yang dihidangkan tak kunjung habis, gagal deh acara diet saya ;). Penampakan homestaynya dan foto - foto lainnya seperti dibawah ini.
Homestay asoy di Gunung Kidul credit to Dhodie


di gunung pun saya maunya jadi yg pertama makanya saya gk mau jadi istri atau pacar kedua #eh, credit to Dhodie




alasannya sih, nungguin yang lain padahal saya mau istirahat karena udah ngos-ngos-an :D credit to Dhodie


dan yaaaks.. inilah si pengundang, tukang foto narsis, tukang cela, yang udah baik hati ngajakin saya pergi ;) credit to Dhodie



Minggu, 25 Desember 2011.
Happy Born Day Icha..

Pertama kali dalam hidup saya, melewati pergantian usia di atas 700mdpl. Sunrise yang tertutup kabut dan gerimis kecil hari itu adalah hadiah terbaik yang pernah saya dapatkan. Setiap kali mengingatnya, hati saya menjadi hangat. Allah menghapus semua kekecewaan saya dengan semburat mentari pagi. Kali ini saya gak bikin wish list panjang, saya sudah bikin jauh2 hari kemarin di sini xixixixi.. Saya hanya mengucap banyak syukur bahwa masih banyak banyak sekali orang-orang yang perduli pada saya, orang yang dulu-dulunya tak pernah saya labelin teman dekat. Pelajaran hidup yang membuat saya jauh lebih matang. *buah kali matang* :P
Everyone is gonna change... but i try to always be my self.. no matter how hard it can be..
So... 

My life has begin at twenty something?? yup of course.... xixixixi ( dont put the exact number coz it makes me feel so old :)) )


xoxo,
-icha-




untuk rafting ke Goa Pindul di next postingan yah ;) *kayak ada yg mau baca aja* :P