Tuesday, March 07, 2017

9 weeks 3 days

Halo nak, ini cerita pertama ibu buat kamu. Mulai sekarang, ibu akan sempatkan sering-sering cerita ke kamu. Supaya pada waktunya nanti, kamu bisa mengenang masa-masa indah dalam rahim ibu.

"Butuh 4 testpack, 3 positif, satu invalid
untuk menyakinkan ibu nak 😃 "
Ibu baru sadar tengah mengandung kamu ketika usia kandungan kamu sudah 4 minggu. Ayah kamu pada waktu itu masih dinas di Jepang. Ibu memberi tahu ayahmu, tepat di hari ulang tahunnya tanggal 2 februari 2017. Dan seperti firasat ibu sebelumnya, ayahmu hanya tertawa terbahak-bahak dan melempar joke menyebalkan. Iya anakku, Ayahmu memang terkadang mempunyai selera humor yang aneh, kalau ayah-ayah yg lain akan meluapkan kegembiraan mengetahui istrinya hamil dengan cara yg normal. Ayahmu punya acara unik sendiri, yang kadang tidak ibu pahami. Hal itulah yang kadang seringnya membuat ibu salah paham, marah dan kesal dengan ayahmu. Tapi betapapun menyebalkannya ayahmu itu, ibu sayang sama ayahmu,. Dan kamu nanti juga pasti sayang sama ayahmu yg aneh itu. Tanpa ayahmu, kamu takkan pernah hadir dalam rahim ibu.

Anakku yang sedang semangat-semangatnya tumbuh dalam rahim ibu. Usia kamu saat ini sudah 9 minggu 3 hari. Kata buku kehamilan, kamu sekarang baru sebesar buah anggur. Pada kontrol terakhir, saat usia kamu baru 6 minggu Dokter memperdengarkan suara detak jantung kamu yang keras sekali. dan entah kenapa itu membuat ibu sangat terharu, tapi ibu menahan diri untuk tidak menangis. Selain Karena ibu malu, terlihat cengeng di depan dokter, juga untuk beberapa waktu sampai ayahmu kembali dari Jepang, ibu harus control ke dokter tanpa ayahmu. Doakan ayahmu cepat pulang ya nak, supaya ayahmu juga bisa merasakan kehadiranmu.

"Kamu yang baru sebesar kacang merah."
Kau tahu anakku, momen pertama kali mendengar detak jantungmu itu, melebihi keindahan semua momen-momen terindah dalam hidup ibu. Ibumu sering mencari keindahan Kuasa Allah melalui perjalan panjang menjelajah alam, tapi ibu benar-benar baru merasakan keindahan Maha Besar Allah atas kehadiranmu yang nyata dalam Rahim ibu. Saat itu kamu baru sebesar biji kacang merah nak, tapi sudah memiliki organ yang lengkap, bayangkan nak? Maha besar Allah dengan semua ciptaan-Nya. 

Ibu memang jauh lebih lebih banyak bersyukur karena kehadiranmu. Bersyukur dalam waktu yang singkat, Allah telah mempercayakan kamu ke ibu. Bersyukur meskipun ibu telat mengetahui kehadiran kamu, kondisi kamu tidak kurang apapun. Sehat dan normal. Kehadiranmu merubah cara pandang ibu, melihat hidup dan kuasaNya. Merubah cara pandang ibu juga terhadap bau makanan enak, dan rasa makanan enak. Iya nak, kamu bisa-bisanya membuat ibu membenci bau ayam goreng, telor goreng, dan segala bau-bau-an enak dari restoran. Kamu juga menolak segala rasa manis dari kue dan roti-roti. Kegemaranmu hanya pada makanan -makanan asin. Ibu baru lahap ketika lauk makanan ibu adalah ikan asin dan segala yang asin. Padahal anakku, makanan asin tak sehat untuk ibu mengandung. Makanan asin berdasarkan pada buku kehamilan yang ibu baca, bisa membuat kaki ibu bengkak. Hikshiks.. jadi bersahabatlah dengan ibu nak, dukung ibu untuk memberi kamu yg terbaik…

Yang membuat ibu makin sedih anakku, kamu juga menolak segala susu yang memang diperuntukkan untukmu. Ibu sibuk mencari alternative, dari anmum, dan semua susu UHT. Kamu ternyata lebih bersahabat dengan prenagen esmesis. Padahal dibandingkan dengan susu yang lain, kandungan prenagen esmesis tidak terlalu banyak. Tapi tak apa-apa ya anakku, asal kamu masih dapat asupan susu.
Anakku, perjalanan ibu dan kamu masih panjang, masih ada 30 minggu 4 hari lagi sebelum kamu bisa menghirup udara dunia. Kita berjuang bersama sampai akhir ya nak.. Kamu harus tetap kuat supaya ibu juga kuat.. Nanti kapan-kapan akan ibu ceritakan tentang dunia, dunia nyata dan dunia maya supaya kamu tidak kaget. Ibu juga akan ajarkan prinsip-prinsip yang ibu anut, supaya kamu bisa tumbuh dan besar dalam prinsip ukhuwah islam yang rahmatan lil alamin.

Berjuang ya nak! Senantiasa berdzikir dengan ibu, semoga Allah selalu memberi kita berdua kekuatan aamiin..


Jakarta, 7 Maret 2017

0 komentar:

Post a Comment