Showing posts with label inspiring. Show all posts
Showing posts with label inspiring. Show all posts

Wednesday, March 05, 2014

[Traveling-BaliLombok] Tiga hari Untuk Selamanya

  And how will it be
Sometimes we just can see
A neighbor, a lover, a joker
Or friend you can count on forever
How tragic, how happy, how sorry
For all we know we've come this far
Not knowing why

Sekarang saya paham kenapa Rasul memerintahkan umatnya untuk berpergian, karena perjalananlah yang mengajarkan kebajikan kepada manusia. Siapa teman perjalananmu, siapa yang kamu temui di perjalananmu, dan banyak hal yang tanpa sadar sering kita lupakan. Perjalanan juga mengajarkan kita tentang arti bersyukur dalam makna yang sebenarnya. Mensyukuri hal-hal kecil yang sering kita sepelekan. 
Saya termasuk tipe perempuan yang sangat melankolis, yang memandang segala sesuatu dengan hati. Meskipun seringnya saya bertindak sebaliknya. That is my defense for avoid judge-mental person.

Perjalanan terakhir saya kali ini, masih dengan orang-orang yang sama, plus Ka Lila yang entah kena hembusan angin apa bersedia diculik tiga orang kawanan yang suka absurd sendiri. Makasih ya Kak :)
Btw sesuai judul kali ini saya berkesempatan mengunjungi pulau Lombok dan singgah sebentar ke Pulau Bali. Sekedar informasi Pulau Lombok  adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara barat. Terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. Ibu Kota Pulau Lombok ada di Mataram, sekarang saya ingat betul setelah selama perjalanan saya merasa benar-benar bodoh karena tak tahu kalau Lombok punya ibukota muhahahha...

Perjalanan saya ditempuh mulai dari Jakarta ke Bali selama 45 menit kemudian 3 jam dari bandara Ngurah Rai menuju Padang Bai. Kemudian dilanjutkan lagi menuju ke Lombok dengan menggunakan Ferry selama 4 jam, long-long way. Kami memilih menggunakan ferry dengan harga tiket IDR40K dibandingkan dengan speedboat yang 10 kali lipatnya karena satu alasan "ekonomis" hahahha. Meskipun awalnya saya cukup pesimis dengan kondisi ferry, mengingat yang sudah-sudah kondisi penyeberangan ferry cenderung mengenaskan *ceritanya trauma*. Ternyata ferry Bali-Lombok ini melampaui harapan saya. Ferry Bali- Lombok, cukup bersih dan terawat. Bahkan terdapat kabin-kabin tertutup yang memungkinkan kami untuk tidur. Alhamdulillah.

Pukul 2 pagi waktu WITA, sampailah kami ke dermaga Lembar. Salah satu pelabuhan di Lombok yang cukup sibuk, sekedar informasi kapal Ferry Bali - Lombok dan sebaliknya berangkat setiap satu jam sekali.
Saat itu kondisi pelabuhan sudah cukup sepi, tak banyak orang lalu lalang, hanya beberapa penumpang seperti kami yang baru tiba dan beberapa orang yang mungkin memang bekerja di pelabuhan. Mobil jemputan kami saat itu dijadwalkan akan datang jam 5 pagi, jadi kami harus mengisi kekosongan waktu selama 3 jam, yang diisi dengan cerita horor.. Makasih loh Y___________Y

Hal yang menyebalkan pagi itu adalah hujan. Wait Rain! Bukan berarti saya gak cinta lagi sama kamu. Tapi setelah demam dua hari sebelum berangkat, yang saya inginkan cuma tidak terkena percikanmu yang terkadang meracuni itu :(
Ya intinya hari itu kedatangan kami disambut hujan yang membuat kami harus berlari-lari kecil, biasanya saya menganggap hal seperti itu adalah bagian perjalanan yang romantis. Tapi kali ini, otak saya berteriak, "CUKUP HENTIKAN SEGALA ROMANTISME ABSURDMU ITU ICHA" , jangan sampai demam lagi dan bikin repot semua orang. Tauk ih, kenapa sekarang saya jadi penyakitan gini dah. :(

Pukul 5 pagi, si Mas Eka, bentar Eka aja kali ya.. kan situ lebih muda dari saya :P datang menjemput kami di Lembar. Horeeee!!! Kami selamaaat.. \(^___^)/ Pagi itu juga kami langsung menuju ke Sengigi untuk ke pantai-pantai perawan.. wuaaaaaaa.... lalu ketiduran sepanjang perjalanan dan tiba-tiba sudah sampai. *katanya sih sepanjang perjalanan itu pemandangannya bagus, tapi dasar saya pelor, jadi gak bisa cerita deh :(*
Senggigi sebenarnya seperti dermaga kecil, tempat para nelayan berlabuh dan saling bertransaksi ikan. Konon kata Eka disini sering ada ikan hiu dijual belikan, hwuaaaaaa pecinta lingkungan pasti berang kalau singgah ke sana. Btw, disinilah satu pelajaran saya dapatkan.. melihat keriuhan ibu-ibu yang berjuang setiap hari demi hidup, saya merasa tak pantas berkeluh kesah lagi. Mereka hebat, memanggul air dengan kepalanya bolak-balik naik turun tanpa lelah, memanggul puluhan kilo ikan dan di pasar ini juga saya melihat kejujuran nenek-nenek, menikmati nasi berlauk ikan hanya seharga IDR5K. Pelajaran yang membuat saya bahagia dengan cara yang sederhana :')

Suasana pagi di pasar ikan Sengigi

Woi udah woi mellownya woiii.... Setelah menikmati suasana pasar dan sarapan, kami  pun bergegas menuju ke pantai-pantai perawan.. Pantai-pantai yang sedikit terjamah manusia. Kami menggunakan salah satu kapal nelayan, mirip kapal-kapal kalau kita ke pulau Seribu. Tarifnya cuma IDR400K sudah termasuk peralatan snorkeling. Pink beaccccch I am comiiing \(^___^)/ *lupa nama pantai lainnya hahahha* Ohiya, takjubnya saya, di Pantai Pink ini sudah ada cottage, cuma satu cottage saja.. rekomen banget buat bulan madu di atas awan kyaaa kyaaa *mupeng*

Pukul 2 siang kami kembali ke dermaga dan menuju Hotel Santai beach. Hotel yang akan jadi pengalaman pertama dan terakhir saya karena kabarnya hotel tersebut sudah berpindah kepemilikan. Sayang sekali menurut saya, dengan rate yang cukup murah, hotel tersebut cukup memuaskan. Pukul 5 sore, saatnya hunting sunset dan mencoba makanan khas Lombok... apalagi kalau bukan ayam taliwang.. Singkatnya, malam itu selain berkuliner, kami juga punya visi khusus *tjaelah*. Kami membawa lampion dari Jakarta, dan malam itu adalah malam kami mencoba menerbangkannya di langit Lombok. I love the silent when we are staring at the sunset....... Saya suka heningnya.. suka jingganya... dan lampion itu... MasyaAllah! syukur alhamdulillah.. malam itu ada bagian saya yang ikut terbang bersama si Lampion...

salah satu lampion sesaat sebelum terbang


Keesokan harinya, saya mengunjungi GT aka Gili Trawangan. Sebelum ke GT, kami singgah ke beberapa objek di Lombok, Pantai malibu, ke rumah impian, *yang ini saya males jelasin detailnya* dan spot-spot yang sepertinya cuma si Eka yg tau. *i think he was so recomended guide, try him!* 
Object2 segelintir di lombok, gpp donk narsis dikit bareng kak Lila :D
Untuk menuju GT, kami menggunakan kapal penyeberangan dengan tiket seharga IDR25K. Saran saya sih persiapkan mental, kebetulan saya kemarin ombaknya cukup besar, sehingga saya seperti naik Kora-kora dengan durasi 15-20 menit *pucat*. 
Gili Trawangan sekilas mengingatkan saya akan Phiphi di Thailand. Didominasi oleh bule yang sedang berjemur dengan laut dan pantai yang landai. Sayangnya saya gak ada persiapan buat jebar-jeburan lagi. Jadi akhirnya saya memilih duduk malas-malasan di tepi pantai sembari ngintipin bule-bule yang sedang make-out dengan pasangannya. *ih icha ih*
Di GT ada makanan khas, semacam pecel tetapi beralas kerupuk, dimakan dengan sate ayam atau jeroan. harganya cuma 5K saja hwuaaaaaa....*saya jarang banget foto makanan jadi maaf gak ada fotonya hahah* 
Di GT saya juga ketemu sama si Penyot, siapa itu Penyot? itu penyu kecil penghuni tempat konservasi di GT.*main kasih nama aja* hahha.. lalu ada si Garong Kucing Galak, dan si Comel kucing genit yang baru melahirkan. Karena hari itu kami harus kembali ke Bali, kami tak berlama-lama di GT. Tapi jauh di dalam hati kami, ada semacam keinginan bahwa suatu hari kami akan kembali ke sini, tak cuma untuk beberapa jam.. tapi mungkin semalam dua malam... aamiin..
Si Penyot yang blinking


Hari ke tiga, Kami seharian di Bali. Ubud - Kintamani yang berlatar kabut dan gerimis, Tampak Siring dan kemegahannya, monkey foreeeeesssttttt horeeee... dan ditutup dengan pelepasan lampion terakhir di Sanur. Malam itu meski bukan malam minggu, sanur nampak padat dengan pasangan yang memadu kasih #paansihbahasaloecha Pelepasan lampion itu jadi semacam hiburan buat mereka.. Gpp deh sekali-kali ngehibur orang lagi pacaran. *sigh*

monyet belagu yang gk mau difoto di monkey forest, Ubud
Tiga Hari Untuk Selamanya.. *bagian ini boleh diskip karena gk penting*

Setiap tahun, setiap perjalanan, ada banyak hal yang terjadi pada saya. Baik, buruk, manis, pahit, asam dan segala yang kadang saya sendiri terkejut betapa kuatnya saya melewatinya. Saya bukan perempuan yang ekspresif, tak tahu bagaimana mengungkapkan cinta dengan cara yang manis. Tak tahu bagaimana bilang sayang tanpa terasa lugas dan kaku seperti tanpa perasaan. Meski saya bisa melakukan banyak hal yang di luar yang bisa orang pikirkan  untuk membuat orang yang saya pilih untuk bahagiakan, bahagia. Kenyataannya saya justru lebih sering membuat seseorang kesal daripada membuatnya bahagia. Saya sadar...
Saya bukan tak berharap apa-apa, saya cuma takut harapan itu akan membuat saya berantakan seperti sebelum-belumnya. Kamu *ah iya cuma kamu memang cuma kamu* melampaui semua harapan yang bisa saya bayangkan dari seorang pria...
Kamu membuat saya kembali percaya cerita indah negeri dongeng itu ada... Saya akui malam itu sesaat sebelum meninggalkan Bali lagi, bunyi debur ombak, pasir pantai yang halus, pekat malam, lampion, saya, dan pikiran tentang kita... adalah hal terbaik dari yang paling baik.. 

Kita telah sampai sejauh ini...................


PS:
Pssst... posting cerita ngetrip gak lengkap tanpa budgeting kan ya... So here is the budget!!
Budget ini exclude makan dan jajan2 yah.. Total sih 1,5 juta belom termasuk tiket..
Tiket kemarin kita dapat pp Jkt-Bali : IDR650K
gak murah-murah banget.. mungkin kalo personelnya nambah sharing cost buat mobilnya jadi bisa lebih ditekan kali yaaa... hahahha

-->
ITINERARYCOMPONENTBudget@Remarks
Ngurah RaiTaxi to KutaIDR 80,000.00IDR 20,000.00
Kuta - Padang BaiRent Car, FerryIDR 300,000.00IDR 75,000.00



IDR 40,000.00
Lombokrent car +BBM+sopirIDR 500,000.00IDR 125,000.00
Santai Beach Hotelhotel 2 kamarIDR 616,000.00IDR 154,000.00per kamar standart 280.000 + 10%
Pink Beachlembar - tanjung luar - pink beachIDR 400,000.00IDR 100,000.00sewa boat dan island hoping



IDR 25,000.00sewa alat snorkling





Lombokrent car + BBMIDR 500,000.00IDR 125,000.00
Gili TrawanganKapal penyebrangan
IDR 25,000.00@ 12.500 X 2 (PP)

Kapal Ke Bali
IDR 40,000.00





Padang Bai - Kutarent car + BBM + sopirIDR 300,000.00IDR 75,000.00

Hotel Palloma KutaIDR 446,250.00Rp 111,562.50
Ubud, Bebek Pinggir Sawah, Tampak Siring, Kintamanirent car + BBM + sopirRp 350,000.00Rp 87,500.00



IDR 1,003,062.50






Tuesday, September 25, 2012

[another perfect gateway] Ada Loji di Salak...

Saya belum pernah bikin satu trip khusus karena seseorang minta ke saya. Kecuali kali ini.. trip yang syukurnya berjalan lancar dari awal sampai akhir *emang sih ya kyknya kalau sesuatu dibikinnya dengan cinta hati pasti sukses*. Biarpun hampir batal karena si penyulut yang udah dibela-belain hampir gak bisa ikut karena sakit..Dasar penyakitan!! #eh maaf :p
Hari disaat dia bilang, "Aduh kayaknya sabtu gak bisa ikutan deh, udah mau flu-flu ini, kalian ber-4 aja gak apa-apa kan?". Saya cuma bisa ketawa-tawa ironis hahahah.. Puncaknya hari dimana kita ketemuan berlima di sebuah tempat makan, dia gak ngasih kabar dan gak dateng karena kerjaan. Ya ya.. kalau soal itu saya maklum biarpun seringnya pengen ngacak-ngacak itu kantor.. ngasih lembur kok tiap hari.. #lah siapa gue =)) 
At least setelah malam itu... saya pada satu keputusan, okeh trip ini emang awalnya buat loe, but whateverlah.. with or without you *kayak judul lagu #eaaa* saya dan 3 orang lainnya tetep jalan... *straight face*
Ini mau cerita soal ngetrip apa mau curhat sih... eits! sabar donk...

Jadi awalnya si Doi, elaah doi.. temen saya yang lebih banyak muterin mall ini pengen banget camping. Bentar, samain definisi campingnya dulu. Camping yang dia maksud itu adalah camping ceria, camping tanpa diriin tenda. Lah? lalu siapa yang diriin tenda?? Ya orang, bukan jin apalagi setan. Kita cuma dateng, bawa baju, tidur di tenda.. disediain api unggun dan lain-lain. ---____---" *ngelap jidat*
Dari beberapa pilihan, jatuhlah pilihan kita ke Grafiko Cikole, Lembang. Posisinya dekat dengan Boscha, dan begitu tahu dekat dengan Boscha. Saya langsung merengek-rengek minta sekalian ke Boscha.. hihihih aji mumpung.
Naasnya, kita tidak mempertimbangkan, pilkada Jakarta yang jatuh hari Kamis. Tau sendiri kan culture dunia kerja di Indonesia, meskipun jumat bukan hari libur tapi yang namanya jumat kejepit pasti bikin tanggal itu mendadak jadi longwiken. Bandung adalah tempat pelarian coworker Jakarta buat longwiken. Singkat ceritanya kita gak dapat kamar di Cikole.
Kemudian, karena beberapa minggu sebelumnya saya pernah ngobrol dengan teman saya soal camping ground di salah satu gunung di Jawa Barat yang pengen banget saya kunjungi. Akhirnya saya usulkan tempat itu di forum. Dia yang sebenarnya sudah tahu sih, iya iya aja... tinggal 3 orang lagi.. mesti dibujuk hihihi. Terlebih konsep camping ini jauh beda dengan sebelumnya.. camping yang saya pengeni ya camping beneran.. diriin tenda, masak dan lain-lain. Syukur alhamdulillahnya 3 orang ini murahan akut #eh, mereka iya-iya aja, dengan syarat gak ada acara tracking... hwuahahah I lied in here :))

Setelah persiapan super singkat, 1-2 minggu nyari contact person. Mastiin lokasi available buat camping dan nyari tau rute ke sana seperti apa. Plus nyari pinjeman segala pernak pernik yang harus dibawa, berhubung tim hore kita bukan anak pecinta alam hahahahah.. 
Tibalah juga pada hari H...
Meeting poinnya di stasiun Bogor. Dari lima orang yang ikut, Septiani, Mario, Raditiano, saya dan Bangunay dibagi 3 kloter. Saya dengan Radit ketemu di Lenteng Agung, Mario dan Septiani di Stasiun Gondang Dia, dan Bangunay di Bogor. 
Pukul 9 : 00 sampailah kita di Bogor. Banyak kemudahan-kemudahan yang kita alami hari itu. Seperti dapat sewa angkutan murah sampai ke lokasi sehingga kita tidak perlu naik turun angkutan. Bahkan akhirnya kita dapat No telp Bapak angkutan tersebut untuk perjalanan-perjalanan selanjutnya. 

Sampai venue sempet dikagetkan dengan police line warna kuning, dan temen-temen saya pun mendadak ribut. Ini tempat yang kemarin kejatuhan pesawat itu ya? . Saya cuma senyam-senyum, iya yang ini buat evakuasi kemarin. Kalau kita kan gak di sini. 
Setelah menghubungi orang lapangan untuk perijinan mendirikan tenda, kita pun bergegas mendirikan tenda.. dengan segala keambiguan obrolan-obrolannya dan keamatirannya, tenda tersebut pun berhasil di dirikan.
Usai mendirikan tenda, acara selanjutnya adalah masak memasak... menu kita siang itu adalah spagheti.
Kenyang makan spageti, kita pun bergegas ke curug atau air terjun yang konon lokasinya kurang lebih 1,3 KM. Berbekal insting dan nyali, kita mencoba menuju curug itu dengan hanya mengikuti track yang ada. Kata Septi, medannya sih lebih seram daripada di Sempu. hihihihi...Kalau kata saya, meskipun terjal tapi medannya jauh lebih mudah dibandingkan dengan Sempu yang mirip lautan lumpur. Dari perkiraan mas-mas penjaga pos yang informasinya jauuuuh banget bisa 2 jam, ternyata buat satu group amatiran kita cm butuh waktu kurang lebih satu setengah jam untuk berangkat dan setengah jam untuk baliknya... awesomeee *lebay*
Sayangnya curugnya sedang kering... :( Terjawab sudah pertanyaan saya selama ini kenapa mendadak Aq*a langka. Bumi makin sekarat dan kita tetep sibuk dengan keegoisan kita :'( Meskipun curugnya kering, namanya juga geng #kode, kehebohannya jalan terus. Tidur-tiduranlah, ciprat-cipratan airlah, ngumpetin sandal dan hal-hal bodoh lainnya. 
Pukul 4 sore kita bergegas kembali ke tenda karena tidak ingin melewati track yang kita lewati dalam keadaan gelap. 
Malamnya.. hujan gerimis dataaaang... tapi kita tetep berniat membuat api unggun... dengan menggunakan minyak goreng #eaaaa... 
So far, trip ini jadi perfect gateway buat kita, dari segala hal yang bikin gegana *gelisah galau merana* . Thanks buat mama-nya Septi yang udah nambahin kosakata kita. Ketawa-ketiwi sepanjang jalan dengan berbagai macam epic story kebodohan-kebodohan tiap personelnya... Foto-foto Duke Face, foto2 muka bin*l dan lain-lainnya Lalu kuliner makaaaan enaaaak... sempet mampir ke Kebun Raya Bogor juga karena kita gak dapet Kebun Teh.. next trip ya guys ;)

I called it paradise, how about you?
Kolase from Septiani..
 
Success bikin api unggun... hihihi
 
Canopy trail menuju camping ground...
it is our tents ;)
Location: Kaki Gunung Salak, Bogor-Sukabumi Jawa Barat
How to get there: Jakarta - Bogor by Commuter Line, Stasiun Bogor - Lokasi by Angkutan Umum (charter) satu kali jalan +- 150-200ribu, bilang aja Loji Pasir Jaya.
Budget: 
Transport dari stasiun Bogor (pp): 60.000IDR
Logistic: 40.000IDR
Administrasi dan perijinan: 10.000IDR
Total: 110.000IDR / orang

Goals: Pemandangan hutan pinus yang masih alami, curug yang airnya sesegar aq*a yang diambil dari kulkas, belajar soal elang yang sudah langka, canopy trail, jembatan kayu, udara segar 24 jam, orkestra alam yang suaranya lebih merdu daripada orkestra gedungan..
Bonus: makin kenal dengan temen-temen kita karena alam memang selalu mengeluarkan hal paling jujur dari manusia, makin bisa mensyukuri apa yang kita miliki, makin cinta dan dekat dengan Allah.
 
 


Monday, March 05, 2012

Hijab Antara Perintah dan Tuntutan Fashion...

Hijab,


  • a head covering worn in public by some Muslim women.
  • the religious code which governs the wearing of the hijab.

    • Origin:
      from Persian, from Arabic ḥajaba 'to veil'

      Cantik kan ;P
      Sesuai dengan deskripsi dari kamus Bahasa Inggris Oxford tersebut, sudah jelas apa yang dimaksud dengan hijab. 
      A head covering worn in public by some Muslim women. Kenapa some karena seperti yang kita tahu tidak semua wanita muslim mengenakan hijab :(. Perintah memakai hijab pada dasarnya adalah perintah wajib bagi perempuan yang mengaku muslim. Tidak ada alasan bahwa penting untuk menjilbabkan hatinya terlebih dahulu baru kemudian raganya.
      Firman Allah jelas mengenai perintah hijab tersebut:
      ياايهاالنبى قل لأزواجك وبناتك ونساءالمؤمنين يدنينعليهن من جلابيبهن ذلك أدني أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورارحيما (الأحزاب 59)
      Artinya:Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu.Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang. (Al Ahzab.59).
      Jadi seharusnya tidak ada statement- statement argumentasi mengenai perintah tersebut.Tapi memakai hijab juga bukan tanpa tanggung jawab. Memakai hijab artinya menunjukkan identitas kemusliman kalian kepada khalayak ramai, dan ketika orang lain mengetahui kalian adalah seorang muslim maka kalian bertanggung jawab memberikan contoh muslimah yang baik. Hijab yang kalian kenakan bukanlah sekedar fashion atau penghias kepala. Tapi juga penjaga kehormatan kalian dan muslimah lainnya.
      Firman lainnya ada pada surat An Nuur ayat 31.
      An Nuur .31وقل للمؤمنات ييغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولايبدين زينتهن الاماظهرمنهاوليضربن بخمرهن على جيونهن….(النور.31)
      Artinya: Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya,dan jangan menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak padanya, dan hendaklan mereka menutupkan kain kudung di dadanya..(An Nuur. 31)
      Bagaimana mengenakan hijab yang kaffah, sudah banyak dibahas pada sesi-sesi ceramah agama. Saya belum berani membahasnya karena saya sendiri belum bisa menjalankan pemakaian hijab secara kaffah. 
      Saat ini, hijab telah merambah ke dunia fashion, sayangnya keterlibatan hijab ke dunia fashion justru makin mengaburkan fungsi hijab sendiri. Banyak wanita yang kemudian memakai hijab hanya demi alasan fashionable. Fenomena yang harus disyukuri atau disesali. Di satu sisi senang rasanya mengetahui bahwa saudara muslim saya sudah tergerak hatinya memakai hijab, disisi lain ketika melihat bahwa pemakaiannya tidak disertai dengan tanggung jawab membuat dada sesak karena perasaan tidak terima, kehormatan hijab dipermainkan. :(
      Sampai munculah pada suatu titik orang mulai mempertanyakan, mana yang lebih baik antara muslimah berhijab dengan yang tidak berhijab? Pertanyaan yang menohok bagi saya yang berhijab, dan kemenangan bagi pemegang statement "jilbabkan hati terlebih dahulu". Teman saya, seorang pria pernah mengutarakan pendapatnya mengenai jenis hijab "fashion". Menurut dia, akan lebih baik buat perempuan tersebut tidak berhijab daripada menimbulkan fitnah bagi perempuan lain yang berhijab. :( 
      Bagaimana bisa, sebuah perintah wajib menjadi tak cukup baik bagi satu atau beberapa orang. :(
      Buat saya pribadi, memakai hijab adalah sebuah proses panjang. Orang tua pernah menyarankan, tetapi tak pernah memaksa saya untuk mengenakannya. Awalnya saya ragu saya mampu, pernah saya menyesali kenapa memutuskan berhijab di usia yang kelewat muda, usia -usia di saat seorang perempuan berada pada fase paling cantik dan sexy. :P Tapi seringnya saya bersyukur, hijab telah menjadi penjaga kehormatan buat saya pribadi dan keluarga saya. Jika jiwa saya adalah kuda liar (kenapa kuda yah) hijab adalah tali kekang untuk membuat saya terus berada pada jalur yang benar, benar sesuai dengan pemahaman saya. 
      Contoh sederhananya, ketika hendak bermesraan dengan seorang pria, atau mungkin menciumnya, hijab mengingatkan saya untuk merasa malu, karena pria tersebut belum mahram dan masih berstatus haram buat saya atau sebaliknya.
      Ketika ingin mengeluarkan kata-kata makian, lagi-lagi hijab mengetatkan tali kekangnya. Meski terkadang saya lepas kendali juga. :(
      Saya bukan perempuan yang "baik-baik" sekali atau "Suci" banget. Banyak hal dari saya yang saya sadari berdekatan dengan setan. Ketiadaan hijab mungkin akan menghancurkan saya dari tempo dulu. Hijab tak pernah menjadi penghalang, dengan hijab tanpa kita sadari kita telah menghijabi hati kita. Jangan dibolak-balik. Jangan tunggu sampai siap, menunggu siap hanya akan menambah deretan dosa. Jangan tunggu sampai seorang pria melamarmu, hijab bukan hanya tentang menjaga kehormatan suami. 
      Semoga jalan surga lekas terbuka bagi kita semua, amin.

      Wednesday, February 22, 2012

      [tutorial] Membuat Terminal Listrik Custom Ruang :D

      Pernah tinggal di kost-an? Dimana colokan yang tersedia terbatas sehingga kamu perlu pasang terminal atau percabangan dimana-mana? Pernah ketika kamu sedang asyik-asyiknya menonton acara favorit lalu tiba-tiba semua yang teralirin listrik mati? kalau iya, kita memiliki nasib dan mungkin pengalaman yang sama.

      Listrik yang disalurkan melalui percabangan memiliki beberapa kelemahan, karena dia satu koneksi. Apabila koneksi satu mati, maka dipastikan koneksi yang lainnya mati. Menyebalkan memang. Tapi apabila koneksi anda mati, jangan lalu buru-buru mengklaim terminal anda rusak dan membuangnya, terminal tersebut bisa kita perbaikin dan kita gunakan kembali. Bagaimana caranya, simak step by step. Step by step ini juga bisa anda gunakan untuk membuat terminal sendiri, seperti yang saya sebelumnya lakukan. Tahu sendiri kan, terminal kabel yang di jual di toko-toko, seringnya panjang kabelnya kurang pas dengan desain ruang kita. Jadi simak Saya jamin anda juga bisa :P
       Alat:
      Obeng
      Bahan:
      Kabel NYM dengan lapisan isolasi biasanya putih atau abu-abu berinti 2 atau 3. Saya menggunakan yang dua
      Terminal kabel, dengan dua konektor atau tiga konektor. Untuk yang tiga konektor, kabel yang digunakan yg NYM berinti tiga, meskipun sebenarnya pakai yang berinti dua juga bisa.
      Steker atau stop kontak. 
      steker atau stop kontak

      Kabel NYM








      Durasi Perakitan : kurang lebih 10 menit.
      Cara Perakitan:
      1. Siapkan kabel terlebih dahulu, buka ujung kabel lalu kelupas hingga dua isolasinya terlihat, kelupas tiap isolasi tersebut hingga muncul kawat tembaga. Singkirkan dahulu.
      Terminal
      2. Lepas mur pada terminal. Jumlah mur pada terminal biasanya ada dua buah berada pada tiap ujung terminal.






      isi terminal setelah penutupnya di buka
      3. Setelah dibuka, penampakan dalam terminal adalah seperti gambar disamping. Pada ujung sebelah kiri terminal adalah jalan masuk kabel, buka salah satu mur dan selipkan kabel didalamnya. Pasang dan kuatkan mur yang tadi di lepas sehingga kabel terjepit erat.
      4. Sambungkan kawat pada kabel ke mur sambungan listrik. Cara sederhananya, belitkan kawat tembaga ke mur, pasang dan kuatkan kembali mur. Pastikan kawat tembaga kabel menempel pada lempengan tembaga.

      5. Pasang dan tutup kembali terminal tersebut, kuatkan dengan mur.

      6. Satu tahap selesai, tahap selanjutnya pemasangan steker lakukan dengan cara yang sama. Steker biasanya cuma memiliki satu mur untuk membuka cangkang luarnya. Cara membuka steker, adalah dengan menarik ke atas. Selanjutnya dengan cara yang sama sambungkan kawat tembaga tersebut ke dua konektor listriknya.

      7. Terminal siap digunakan. Jadi, apabila koneksi listrik tiba-tiba putus. Saran saya, coba check stekernya terlebih dahulu kemudian terminalnya, untuk memastikan kalau salah satu kawat tembaga koneksi listriknya terputus. Lumayan berhemat bukan, daripada beli terminal baru. :P

      Semoga bermanfaat.
      xoxo,
      -icha-

      nb:
      Kalau sudah menikah, ada baiknya masalah listrik serahin ke suami aja. Kasihan ntar dia gak ada kerjaan. #eh :P

      Monday, November 14, 2011

      [Review] 99 Cahaya di Langit Eropa


      Judul : 99 Cahaya di Langit Eropa
      Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
      Penerbit : Gramedia
      Tahun : 2011
      Halaman : 424

      Membaca buku ini merinding saya dibuatnya, mata saya berembun halaman demi halamannya, apakah reaksi saya terlalu berlebihan? Entahlah, yang jelas saya makin mencintai agama yang dipilihkan Allah kepada saya.

      Buku ini ditulis oleh Hanum Salsabielah dan suaminya Rangga Almahendra waktu berdiam di Wina, Austria selama 3 tahun. Buku ini bisa dibilang jenis buku rekam jejak atau traveling. Tapi berbeda dengan buku-buku traveling lainnya yang mungkin lebih sering berisi informasi mengenai tips dan trik jalan-jalan murah. Buku 99 cahaya di langit Eropa ini sama sekali tidak membahas mengenai hal tersebut.
      Dimulai dari perkenalan Hanum dengan seorang pere
      mpuan kelahiran Turki muslimah di kelas kursus bahasa Jerman, membawa Hanum memahami arti Islam dari mata wanita Turki. Perjalanan-perjalanan mengelilingi Wina, ke tempat-tempat yang ternyata memiliki arti khusus dalam Islam, membuka mata Hanum. Bagaimana Islam dulu pernah menancapkan cahayanya di Eropa. Fatma, demikian wanita Turki tersebut di panggil adalah sosok muslimah yang memiliki misi khusus dengan menyebarkan citra Islam dalam khasanah indah. Tanpa banyak kata, tapi dengan tindak tanduk penuh cinta-nya Fatma membantah tuduhan masyarakat Eropa yang mayoritas bukan muslim. "Menjadi agen muslim yang baik", begitu slogannya setiap waktu.
      Dari Fatma, Hanum mengetahui sejarah-sejarah yang akhirnya menghantarkan dia menuju Paris, Perancis bertemu dengan mualaf wanita bernama Marion yang memberikan dia informasi mengenai kaligrafi Kufic berlafal kalimat Tauhid yang ternyata ada di hijab Maria. Btw, saya suka bagian ketika Hanum memanjatkan harapan, di tempat dimana mitosnya apabila seseorang make wish di tempat itu maka wishesnya akan terkabul. Apa doa Hanum, baca bukunya :)
      Dari Paris, Hanum bersama suami, menjejakkan langkahnya ke Granada dan Cordoba, Spanyol dan terakhir Istanbul, Turkey. Banyak sejarah yang kemudian baru saya ketahui dari buku ini, tentang gereja-gereja yang berubah jadi masjid, atau masjid yang berubah jadi gereja. Tentang budaya Islam yang pernah jadi sentral buat warga Eropa di masa pertengahan. Tentang sejarah-sejarah yang dulu saya pelajari sekilas di bangku sekolah. Juga tentang hal-hal kecil seperti ternyata bunga Tulip itu bukan dari Belanda tapi Turki :) dan Cappucino jg, biji kopinya ternyata berasal dari Turki. Saya juga tahu, kalau croissant kue yg jadi ikon Perancis itu ternyata untuk merayakan kemenangan Perancis terhadap kekhalifahan Ottoman, Kaisar Islam Turki. Buku ini saya kategorikan dalam buku most recommended. Buku wajib baca bagi siapapun yang merasa muslim, juga bagi siapa saja yang menyukai sejarah. Buku yang akan memberikan siraman ruhani dalam bentuk yang sederhana... :)

      Beberapa tempat yang dikunjungi Hanum, Musee de Louvre Perancis, Hagia Shopia Istanbul, dan Mezquita-Cathedral Cordoba ( Atas- bawah, Ki-Ka) sumber : Google



      Traveling seharusnya tak sekedar mengagumi dan menikmati keindahan objek yang dikunjungi, tetapi semestinya juga bisa memberikan nilai lebih yang bisa mengangkat derajat manusia di mata Penciptanya, Hanum Salsabielah ( 99 Cahaya di Langit Eropa )
      Insya Allah, semoga Allah memudahkan saya untuk menelusuri jejak-Nya dimulai dari Makah dst.. amiiin :)